وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan siapakah yang lebih baik pertanggungjawabannya daripada orang yang berserah diri kepada Allah, sedangkan dia berbuat kebaikan dan mengikuti millah Ibrahim yang hanif? Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًاwa-man ahsanu diinan mimman aslama wajhahu lillaahi wa-huwa muhsinun wa-ttaba'a millata ibraahiima haniifandan siapakah yang lebih baik pertanggungjawabannya daripada orang yang berserah diri kepada Allah, sedangkan dia berbuat kebaikan dan mengikuti millah Ibrahim yang hanif
  2. وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًاwa-ttakhadza llaahu ibraahiima khaliilandan Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain merender diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout batch (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar; retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: 'And who is better in doctrine than he who submits his face to God, and is a doer of good, and follows the creed of Abraham, inclining to truth? And God took Abraham as a friend.' Akar akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).

Aplikasi

Pertanyaan retoris 'siapakah yang lebih baik... daripada yang berserah diri... DAN muhsin... DAN mengikuti millah Ibrahim', tiga syarat sekaligus (bukan salah satu saja) untuk klaim menjadi yang terbaik dalam pertanggungjawaban hidup. Konkretnya: standar kebaikan tertinggi menuntut kombinasi tiga hal, kepasrahan hati, kualitas tindakan (ihsan), dan mengikuti teladan yang terbukti benar, bukan cukup satu dimensi saja untuk mengklaim standar tertinggi.