وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًا
Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Dan Allah meliputi segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِwa-li-llaahi maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhidan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi
- وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًاwa-kaana llaahu bi-kulli syay'in muhiithandan Allah meliputi segala sesuatu
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَمَاwa-maadan apa yang
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- اللَّهُllaahuAllah
- بِكُلِّbi-kullipada segala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- مُحِيطًاmuhiithanyang meliputi
Inti bacaan
Kepemilikan menyeluruh 'apa yang di langit dan di bumi' oleh Allah, disertai 'meliputi segala sesuatu', sebuah pengingat skala yang menempatkan kepemilikan/klaim manusia dalam perspektif yang sangat terbatas. Konkretnya: menyadari skala kepemilikan sejati (yang jauh melampaui klaim manusia mana pun) membantu melepaskan keterikatan berlebihan pada kepemilikan pribadi, semua yang dimiliki manusia adalah titipan sementara dalam skala yang jauh lebih besar.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kepemilikan mutlak Allah atas seluruh langit dan bumi, serta liputan pengetahuan-Nya atas segala sesuatu: pembuka penegasan berulang yang menutup rangkaian pembahasan hukum keluarga sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut milik-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi. Dua ruang. Tak ada wilayah yang berada di luar salah satunya.
- Sesudah kepemilikan, Dia menyebut diri-Nya meliputi segala sesuatu. Bukan hanya memiliki. Yang memiliki juga mengelilingi, sehingga tak ada yang berada di luar jangkauan-Nya.
- Allah menyampaikannya dalam dua kalimat pendek. Tanpa uraian. Yang menutup seluruh pembahasan tentang hak dan perjanjian sebelumnya cukup sesingkat itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, s-m-w, a-r-d, k-w-n, k-l-l, sh-y-a, h-w-t): lillaah maa fii s-samaawaat wa l-ard diterjemahkan 'milik Allah apa yang di langit dan bumi'; muhiit diterjemahkan 'meliputi' (akar h-w-t). Selaras.