وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya. Dan perdamaian itu lebih baik. Dan jiwa manusia itu menurut tabiatnya kikir. Jika kalian berbuat kebaikan dan bertakwa, sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًاwa-ini mra'atun khaafat min ba'lihaa nusyuuzan aw i'raadhan fa-laa junaaha 'alayhimaa an yushlihaa baynahumaa shulhanjika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya
- وَالصُّلْحُ خَيْرٌwa-sh-shulhu khayrundan perdamaian itu lebih baik
- وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّwa-uhdhirati l-anfusu sy-syuhhadan jiwa manusia itu menurut tabiatnya kikir
- وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًاwa-in tuhsinuu wa-tattaquu fa-inna llaaha kaana bi-maa ta'maluuna khabiirandan jika kalian berbuat kebaikan dan bertakwa, sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (29 kata)
- وَإِنِwa-inidan jika
- امْرَأَةٌmra'atunseorang perempuan
- خَافَتْkhaafatia takut
- مِنْmindari
- بَعْلِهَاba'lihaasuaminya
- نُشُوزًاnusyuuzanpembangkangan
- أَوْawatau
- إِعْرَاضًاi'raadhanberpaling
- فَلَاfa-laamaka tidak ada
- جُنَاحَjunaahadosa
- عَلَيْهِمَا'alayhimaaatas keduanya
- أَنْanuntuk
- يُصْلِحَاyushlihaakeduanya berdamai
- بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
- صُلْحًاshulhanperdamaian
- وَالصُّلْحُwa-sh-shulhudan perdamaian
- خَيْرٌkhayrunlebih baik
- وَأُحْضِرَتِwa-uhdhiratidan dihadirkan
- الْأَنْفُسُl-anfusujiwa
- الشُّحَّsy-syuhhakekikiran
- وَإِنْwa-indan jika
- تُحْسِنُواtuhsinuukalian berbuat baik
- وَتَتَّقُواwa-tattaquudan kalian bertakwa
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- كَانَkaanaadalah
- بِمَاbi-maapada apa yang
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
- خَبِيرًاkhabiiranwaskita
Inti bacaan
Solusi konflik rumah tangga diarahkan pada 'perdamaian yang sebenarnya' antara suami-istri sendiri, dengan pengakuan jujur bahwa 'manusia menurut tabiatnya kikir', realisme tentang kelemahan manusia disertai dorongan tetap mengupayakan yang lebih baik. Konkretnya: mengakui kecenderungan alami untuk kikir/egois (bukan menyangkalnya) sambil tetap didorong mengupayakan perdamaian yang tulus adalah pendekatan realistis terhadap konflik, bukan idealisme naif, bukan pula pembenaran atas keegoisan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(bagi mereka)' pada 'perdamaian itu lebih baik' dihapus: tak ada rujukan pihak eksplisit di Arab ('khayrun' berdiri sendiri tanpa objek). Tambahan kurung '(dari nusyuz dan sikap tidak acuh)' dihapus: 'tattaquu' bersifat umum (bertakwa secara luas), bukan spesifik pada satu jenis pelanggaran; diterjemahkan 'bertakwa' konsisten dengan luas di korpus.
Tafsiran
Ayat ini memberi jalan damai bagi pasangan yang mengalami keretakan, mengakui kecenderungan alami manusia pada kekikiran, namun tetap mendorong kebaikan dan ketakwaan sebagai penyeimbang.
Renungan dan Hikmah
- Di tengah anjuran berdamai, Allah menyelipkan satu kenyataan: 'jiwa manusia itu menurut tabiatnya kikir'. Bukan bantahan, bukan tuntutan agar berubah lebih dulu. Nasihat yang berdiri di atas gambaran manusia yang lebih baik daripada kenyataannya memang jarang bertahan sampai hari kedua.
- Ayat ini mengatur keadaan ketika seorang perempuan 'khawatir' suaminya akan berpaling, bukan ketika hal itu sudah terjadi. Penyelesaiannya ditawarkan pada tahap kekhawatiran. Sebagian besar keretakan sebenarnya masih bisa dibicarakan jauh sebelum ada yang merasa berhak menuntut.
- Yang disebut 'keduanya dapat mengadakan perdamaian', bukan pihak ketiga yang memutuskan. Penyelesaiannya diserahkan kepada dua orang yang sedang bermasalah itu sendiri. Allah menaruh kewenangan itu di tangan mereka, dan kewenangan selalu datang bersama beban yang tak bisa dititipkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.