وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya. Dan perdamaian itu lebih baik. Dan jiwa manusia itu menurut tabiatnya kikir. Jika kalian berbuat kebaikan dan bertakwa, sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًاwa-ini mra'atun khaafat min ba'lihaa nushuuzan aw i'raadan fa-laa junaaha alayhimaa an yuslihaa baynahumaa sulhanjika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya
- وَالصُّلْحُ خَيْرٌwa-s-sulhu khayrundan perdamaian itu lebih baik
- وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّwa-uhdirati l-anfusu sh-shuhhadan jiwa manusia itu menurut tabiatnya kikir
- وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًاwa-in tuhsinuu wa-tattaquu fa-inna llaaha kaana bimaa ta'maluuna khabiirandan jika kalian berbuat kebaikan dan bertakwa, sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan
Catatan pilihan kata (ringkas)
khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan belum-dibedah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (loanword akar); khubr passthrough+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). Lih.. sebagian penerjemah: 'But if a woman fears1 contempt or aversion from her husband, they2 do no wrong3 that they do right between themselves4 in peace; and making right is better; and avarice is present in the souls. Jangkar: khabiir = petani penggarap.
Aplikasi
Solusi konflik rumah tangga diarahkan pada 'perdamaian yang sebenarnya' antara suami-istri sendiri, dengan pengakuan jujur bahwa 'manusia menurut tabiatnya kikir', realisme tentang kelemahan manusia disertai dorongan tetap mengupayakan yang lebih baik. Konkretnya: mengakui kecenderungan alami untuk kikir/egois (bukan menyangkalnya) sambil tetap didorong mengupayakan perdamaian yang tulus adalah pendekatan realistis terhadap konflik, bukan idealisme naif, bukan pula pembenaran atas keegoisan.