وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian walaupun kalian sangat ingin. Maka janganlah kalian terlalu cenderung sehingga kalian biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kalian mengadakan perbaikan dan bertakwa, sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْwa-lan tastathii'uu an ta'diluu bayna n-nisaa'i wa-law harashtumdan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian walaupun kalian sangat ingin
  2. فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِfa-laa tamiiluu kulla l-mayli fa-tadzaruuhaa ka-l-mu'allaqatimaka janganlah kalian terlalu cenderung sehingga kalian biarkan yang lain terkatung-katung
  3. وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًاwa-in tushlihuu wa-tattaquu fa-inna llaaha kaana ghafuuran rahiimandan jika kalian mengadakan perbaikan dan bertakwa, sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَلَنْwa-landan tidak akan
  2. تَسْتَطِيعُواtastathii'uukalian mampu
  3. أَنْanuntuk
  4. تَعْدِلُواta'diluukalian menyimpang
  5. بَيْنَbaynadi antara
  6. النِّسَاءِn-nisaa'ipara perempuan
  7. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  8. حَرَصْتُمْharashtumkalian ingin
  9. فَلَاfa-laamaka janganlah
  10. تَمِيلُواtamiiluukalian condong
  11. كُلَّkullasetiap
  12. الْمَيْلِl-maylikecondongan
  13. فَتَذَرُوهَاfa-tadzaruuhaamaka kalian membiarkannya
  14. كَالْمُعَلَّقَةِka-l-mu'allaqatiseperti yang tergantung
  15. وَإِنْwa-indan jika
  16. تُصْلِحُواtushlihuukalian mendamaikan
  17. وَتَتَّقُواwa-tattaquudan kalian bertakwa
  18. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  19. اللَّهَllaahaAllah
  20. كَانَkaanaadalah
  21. غَفُورًاghafuuranpengampun
  22. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Pengakuan jujur: 'tidak akan dapat berlaku adil. walaupun sangat ingin', standar keadilan sempurna diakui sebagai sesuatu yang di luar kapasitas manusia sepenuhnya, namun tetap dituntut menghindari 'condong sepenuhnya' yang merugikan pihak lain. Konkretnya: mengakui keterbatasan mencapai kesempurnaan mutlak (dalam keadilan, kesetaraan perlakuan) tidak membebaskan dari kewajiban tetap berusaha menghindari ketidakadilan ekstrem yang merugikan pihak tertentu secara nyata.

Tafsiran

Ayat ini mengakui ketidakmungkinan keadilan sempurna secara emosional dalam poligini, namun tetap menuntut usaha adil secara lahiriah dan larangan menelantarkan pihak yang kurang diperhatikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyatakan kalian tak akan dapat berlaku adil walaupun sangat ingin. Ketidakmampuan itu diakui. Tuntutan yang mustahil tidak dibebankan, dan itu dinyatakan terbuka.
  • Frasa walaupun sangat ingin Allah sisipkan sendiri. Niatnya diakui baik. Yang tak tercapai bukan karena kurang berusaha, melainkan karena batas manusia.
  • Yang diminta bukan adil sempurna, melainkan jangan terlalu cenderung sampai yang lain terkatung-katung. Ambangnya diturunkan ke yang bisa dijangkau. Yang dilarang bukan kecondongan hati, melainkan akibatnya pada orang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.