وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian walaupun kalian sangat ingin. Maka janganlah kalian terlalu cenderung sehingga kalian biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kalian mengadakan perbaikan dan bertakwa, sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْwa-lan tastatii'uu an ta'diluu bayna n-nisaa'i wa-law harastumdan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian walaupun kalian sangat ingin
- فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِfa-laa tamiiluu kulla l-mayli fa-tadzaruuhaa ka-l-mu'allaqatimaka janganlah kalian terlalu cenderung sehingga kalian biarkan yang lain terkatung-katung
- وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًاwa-in tuslihuu wa-tattaquu fa-inna llaaha kaana ghafuuran rahiimandan jika kalian mengadakan perbaikan dan bertakwa, sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini: “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya, superlatif yang di teks. *Ghafuur* berpola *fa'uul* & *rahiim* berpola *fa'iil*: intensif, superlatif (bandingkan *arham*, pola *af'al* = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151)., kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik KEMENAG SENDIRI: di ia menulis *rahiim* diterjemahkan “penyayang”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus muncul di, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8)., dan itu penting: *ghafara* = (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), *rahima* =. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. bahwa *ghafuur* & *rahiim* memang saling terikat namun berbeda: akar akar gh-f-r muncul di dekat *rahiim* tapi hanya di dekat *rahmaan*, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan *rahmaan* ≠ *rahiim*. ⚠ Akar tetangga yang BELUM diputuskan (*'aziiz*, *hakiim*, *haliim*, *'aliim* dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Rujukan:,. sebagian penerjemah: 'And you will not be able to deal equally between wives, though you be desirous; but turn not entirely away leaving one1 as if suspended. And if you do right and are in prudent fear,2 God is forgiving and merciful.' Corpus ayat ini: = LEM:gafuwr ROOT:gfr,; = LEM:r~aHiym ROOT:rHm,. Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.
Aplikasi
Pengakuan jujur: 'tidak akan dapat berlaku adil... walaupun sangat ingin', standar keadilan sempurna diakui sebagai sesuatu yang di luar kapasitas manusia sepenuhnya, namun tetap dituntut menghindari 'condong sepenuhnya' yang merugikan pihak lain. Konkretnya: mengakui keterbatasan mencapai kesempurnaan mutlak (dalam keadilan, kesetaraan perlakuan) tidak membebaskan dari kewajiban tetap berusaha menghindari ketidakadilan ekstrem yang merugikan pihak tertentu secara nyata.