وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ وَاسِعًا حَكِيمًا
Jika keduanya bercerai, Allah akan mencukupkan masing-masing dari kelapangan-Nya. Dan Allah luas lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِwa-in yatafarraqaa yughni llaahu kullan min sa'atihijika keduanya bercerai, Allah akan mencukupkan masing-masing dari kelapangan-Nya
- وَكَانَ اللَّهُ وَاسِعًا حَكِيمًاwa-kaana llaahu waasi'an hakiimandan Allah luas lagi penuh hikmah
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَإِنْwa-indan jika
- يَتَفَرَّقَاyatafarraqaakeduanya berpisah
- يُغْنِyughniberguna
- اللَّهُllaahuAllah
- كُلًّاkullanmasing-masing
- مِنْmindari
- سَعَتِهِsa'atihikemampuannya
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- اللَّهُllaahuAllah
- وَاسِعًاwaasi'anyang luas
- حَكِيمًاhakiimanbijaksana
Inti bacaan
Jaminan bagi yang bercerai: 'Allah akan mencukupkan masing-masing dari keluasan karunia-Nya', perpisahan bukan akhir dari harapan, melainkan tetap dalam jangkauan pemeliharaan yang lebih besar. Konkretnya: setelah keputusan besar yang menyakitkan (perpisahan, kehilangan), keyakinan bahwa masa depan tetap memiliki kelapangan dan pemeliharaan membantu melepaskan ketakutan akan kekosongan pasca-perpisahan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(karunia)' (2×) dihapus: akar w-s- ('sa'atihi'/'waasi'an') diterjemahkan langsung 'kelapangan-Nya'/'luas', konsisten dengan akar sama di korpus (mis. 4:100 'kelapangan'), tanpa perlu label tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menenangkan pasangan yang berpisah bahwa Allah akan mencukupkan masing-masing pihak dari kelapangan karunia-Nya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menjanjikan kecukupan justru pada ayat tentang perceraian. Di tempat yang paling terasa sebagai kehilangan. Jaminan-Nya disebut bukan ketika semuanya utuh, melainkan ketika sesuatu selesai.
- Kata yang dipakai masing-masing dari keduanya. Bukan pihak yang ditinggalkan saja. Yang dijamin dua-duanya, tanpa lebih dahulu memutuskan siapa yang bersalah.
- Sumbernya Dia sebut kelapangan-Nya, lalu menutup dengan Allah luas lagi penuh hikmah. Kecukupan itu tidak diambil dari bagian yang lain. Yang berpisah tidak sedang berebut satu persediaan yang terbatas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).