إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًا
Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kalian semua wahai manusia, dan Dia datangkan manusia yang lain. Dan Allah berkuasa berbuat demikian.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَin yasha' yudzhibkum ayyuhaa n-naasu wa-ya'ti bi-aakhariinajika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kalian semua wahai manusia, dan Dia datangkan manusia yang lain
- وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًاwa-kaana llaahu alaa dzaalika qadiirandan Allah berkuasa berbuat demikian
Catatan pilihan kata (ringkas)
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit passthrough. Lih..
Aplikasi
Peringatan bahwa manusia bisa 'dimusnahkan... dan digantikan' menunjukkan bahwa keberadaan manusia bukan hak mutlak yang tak tergantikan, sebuah pengingat kerendahan hati terhadap posisi manusia dalam skema yang lebih besar. Konkretnya: kesadaran bahwa tidak ada individu atau generasi yang tak tergantikan dalam skema besar kehidupan mendorong kerendahan hati, bukan meniadakan nilai diri, melainkan menempatkannya dalam perspektif yang benar.