مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
Siapa yang menghendaki pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah mendengar lagi melihat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِman kaana yuriidu tsawaaba d-dunyaa fa-'inda llaahi tsawaabu d-dunyaa wa-l-aakhiratisiapa yang menghendaki pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat
- وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًاwa-kaana llaahu samii'an bashiirandan Allah mendengar lagi melihat
Terjemahan per kata (14 kata)
- مَنْmanorang yang
- كَانَkaanaadalah
- يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
- ثَوَابَtsawaabapahala
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- فَعِنْدَfa-'indamaka di sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- ثَوَابُtsawaabupahala
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَالْآخِرَةِwa-l-aakhiratidan akhirat
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- اللَّهُllaahuAllah
- سَمِيعًاsamii'anmendengar
- بَصِيرًاbashiiranmelihat
Inti bacaan
Penawaran ganda: yang menginginkan 'pahala dunia' tetap disediakan 'pahala dunia dan akhirat' di sisi Allah, bukan pilihan biner antara duniawi-spiritual, melainkan potensi mendapatkan keduanya bagi yang tepat arahnya. Konkretnya: mengejar kesuksesan duniawi tidak harus dipertentangkan dengan spiritualitas, kerangka ini menawarkan kemungkinan meraih keduanya, asalkan arah fundamentalnya tetap benar.
Tafsiran
Ayat ini mengingatkan bahwa siapa pun yang hanya mengincar balasan duniawi telah membatasi dirinya sendiri, padahal Allah menyediakan balasan yang mencakup dunia dan akhirat sekaligus.
Renungan dan Hikmah
- Allah menawarkan lebih dari yang diminta. Yang meminta satu diberi dua. Permintaannya tak ditolak, cuma ditunjukkan bahwa ia terlalu kecil.
- Yang dipersoalkan bukan menginginkan dunia, melainkan berhenti di situ. Bukan keinginannya. Batasnya yang disayangkan.
- Allah menutup dengan mendengar lagi melihat. Sesudah bicara keinginan. Yang mendengar permintaannya juga melihat apa yang dikerjakannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan diterjemahkan 'mendengar'/'melihat' per takrif corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.