بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Berilah kabar gembira kepada orang-orang munafik bahwa bagi mereka azab yang pedih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًاbashshiri l-munaafiqiina bi-anna lahum adzaaban aliimanberilah kabar gembira kepada orang-orang munafik bahwa bagi mereka azab yang pedih
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar b-sh-r, n-f-q, '-dz-b, a-l-m): bashshiri diterjemahkan 'berilah kabar gembira', dipakai IRONIS (karena isinya azab), tanda kutip menahan ironi teks; adhaab aliim diterjemahkan 'azab yang pedih'. Selaras dengan terjemahan lain pada ironi.
Aplikasi
Penggunaan ironis 'kabar gembira' untuk kabar azab menunjukkan gaya retorika yang menyindir tajam, teknik bahasa yang membalik ekspektasi untuk menegaskan keseriusan konsekuensi kemunafikan. Konkretnya: mengenali penggunaan ironi/sindiran dalam komunikasi (mengatakan sesuatu dengan nada berlawanan dari maknanya) sebagai alat retorika yang sah untuk menegaskan poin dengan tajam, bukan sekadar gaya bahasa kosong.