الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا
Yaitu, orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kedigdayaan di sisi orang-orang kafir itu? Sesungguhnya semua kedigdayaan itu milik Allah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَalladziina yattakhidzuuna l-kaafiriina awliyaa'a min duuni l-mu'miniinayaitu, orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung dengan meninggalkan orang-orang mukmin
- أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًاa-yabtaghuuna 'indahumu l-'izzata fa-inna l-'izzata li-llaahi jamii'anapakah mereka mencari kedigdayaan di sisi orang-orang kafir itu, padahal sesungguhnya semua kedigdayaan itu milik Allah
Terjemahan per kata (14 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- يَتَّخِذُونَyattakhidzuunamereka mengambil
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- أَيَبْتَغُونَa-yabtaghuunaapakah mereka mencari
- عِنْدَهُمُ'indahumudi sisi mereka
- الْعِزَّةَl-'izzatakemuliaan
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- الْعِزَّةَl-'izzatakemuliaan
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- جَمِيعًاjamii'ansemuanya
Inti bacaan
Kritik terhadap yang mencari 'kedigdayaan' pada pihak yang justru tidak beriman, pencarian kekuatan/validasi dari sumber yang salah dibongkar dengan pengingat bahwa 'kedigdayaan itu milik Allah semua'. Konkretnya: mencari validasi kekuatan/status dari sumber yang bertentangan dengan nilai yang diyakini benar (demi keuntungan sesaat) adalah kesalahan strategis, kekuatan sejati tidak berasal dari asosiasi dengan pihak yang salah arah.
Tafsiran
Ayat ini merinci ciri pertama kemunafikan: memilih pelindung dari kalangan yang menolak keimanan, seolah kekuatan bisa dicari di luar Allah, padahal seluruh kedigdayaan sepenuhnya milik-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya apakah mereka mencari kedigdayaan di sisi mereka. Pertanyaan, bukan larangan. Yang dibongkar bukan perbuatannya, melainkan alasannya.
- Yang dicari Dia sebut kedigdayaan. Bukan keselamatan. Yang membuat orang berpindah pihak bukan takut, melainkan ingin dipandang kuat.
- Allah menjawab pertanyaan-Nya sendiri: seluruh kedigdayaan milik-Nya. Semuanya. Yang dicari di tempat itu memang tak pernah ada di sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain memakai DUA kata utk izzah yang SAMA dlm satu ayat ('kekuatan'… 'kemuliaan'), argumen ayat hancur; terjemahan ini: 'kedigdayaan' 2×. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.