مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ وَلَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا
Terombang-ambing di antara itu, tidak kepada golongan yang satu maupun golongan yang lain. Dan siapa yang Allah sesatkan, engkau tidak akan menemukan jalan baginya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ وَلَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِmudzabdzabiina bayna dzaalika laa ilaa haa'ulaa'i wa-laa ilaa haa'ulaa'iterombang-ambing di antara itu, tidak kepada golongan yang satu maupun golongan yang lain
- وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًاwa-man yudlili llaahu fa-lan tajida lahu sabiilandan siapa yang Allah sesatkan, engkau tidak akan menemukan jalan baginya
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar dz-b-dz-b, b-y-n, d-l-l, a-l-h, w-j-d, s-b-l): mudhabdhabiin diterjemahkan 'terombang-ambing'; man yudlili llaah diterjemahkan 'siapa yang Allah sesatkan', akar d-l-l (putaran 78: idlaal dibatasi teks). gloss '(iman atau kafir)/(karena tidak mengikuti tuntunan-Nya…)' DIBUANG.
Aplikasi
Kondisi 'terombang-ambing... tidak kepada golongan ini dan tidak kepada golongan itu' menggambarkan ketidakjelasan sikap sebagai kondisi yang menyakitkan, bukan fleksibilitas yang aman. Konkretnya: mengambang tanpa komitmen jelas pada nilai/kelompok tertentu (demi menghindari risiko di kedua sisi) sering berujung tidak diterima sepenuhnya oleh siapa pun, kejelasan sikap, meski berisiko, lebih sehat daripada ambiguitas permanen.