إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Kecuali orang-orang yang bertobat, memperbaiki diri, berpegang teguh kepada Allah, dan memurnikan pertanggungjawaban mereka karena Allah, mereka itu bersama orang-orang mukmin. Dan kelak Allah akan memberikan pahala yang agung kepada orang-orang mukmin.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَillaa lladziina taabuu wa-aslahuu wa-tasamuu billaahi wa-akhlasuu diinahum lillaahi fa-ulaa'ika ma'a l-mu'miniinakecuali orang-orang yang bertobat, memperbaiki diri, berpegang teguh kepada Allah, dan memurnikan pertanggungjawaban mereka karena Allah, mereka itu bersama orang-orang mukmin
- وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًاwa-sawfa yu'ti llaahu l-mu'miniina ajran azhiimandan kelak Allah akan memberikan pahala yang agung kepada orang-orang mukmin
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain merender diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout batch (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar; retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: 'Save those who repent, and make right, and hold fast to God, and are sincere in their doctrine to God; those are with the believers, and God will give the believers a great reward.' Akar akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).
Aplikasi
Jalan keluar dari kemunafikan disebut jelas: tobat, perbaikan diri, berpegang teguh, DAN ikhlas, empat langkah konkret yang menunjukkan pemulihan itu mungkin, bukan status permanen tanpa harapan. Konkretnya: bahkan pola ketidaktulusan yang sudah mengakar tetap memiliki jalur pemulihan yang jelas, proses bertahap (mengakui, memperbaiki, berkomitmen, memurnikan niat) adalah peta jalan yang bisa diikuti, bukan sekadar harapan kosong.