مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

Allah tidak akan menyiksa kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan Allah mengganjar lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْmaa yaf'alu llaahu bi-adzaabikum in shakartum wa-aamantumAllah tidak akan menyiksa kalian jika kalian bersyukur dan beriman
  2. وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًاwa-kaana llaahu shaakiran aliimandan Allah mengganjar lagi berilmu
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain 'Maha Mensyukuri177)' diterjemahkan 'mengganjar' (shaakiran INDEF; lem kaki dibuang). AYAT RESIPROKAL: in ShAKARTUM… kaana llaahu ShAaKIRAN, akar sama utk hamba & Allah dalam satu ayat (pola 2:222 tawwaabiin); terjemahan menjaga keduanya terbedakan namun terhubung: 'jika kalian bersyukur… Allah mengganjar'.: bi-'adhaabiKUM/shakarTUM = 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. sebagian penerjemah: 'What has God to do with your punishment if you are grateful and believe? Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).

Aplikasi

Pertanyaan retoris 'apa yang Allah lakukan dengan siksaan kalian jika kalian bersyukur dan beriman?' menunjukkan bahwa hukuman bukan tujuan yang diinginkan, ada jalur mudah untuk menghindarinya lewat syukur dan iman yang tulus. Konkretnya: kerangka hubungan dengan Allah (dan bisa jadi hubungan otoritas apa pun) yang sehat menempatkan hukuman sebagai pilihan terakhir yang tidak diinginkan, bukan tujuan utama, respons yang tepat (syukur, kepatuhan tulus) selalu tersedia sebagai jalan keluar.