وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ أُولَٰئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta tidak membeda-bedakan seorang pun di antara para rasul, mereka itu kelak akan diberi pahala oleh Allah. Dan Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ أُولَٰئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْwa-lladziina aamanuu bi-llaahi wa-rusulihi wa-lam yufarriquu bayna ahadin minhum ulaa'ika sawfa yu'tiihim ujuurahumadapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta tidak membeda-bedakan seorang pun di antara para rasul, mereka itu kelak akan diberi pahala oleh Allah
  2. وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاwa-kaana llaahu ghafuuran rahiimandan Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  2. آمَنُواaamanuuberiman
  3. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  4. وَرُسُلِهِwa-rusulihidan para rasul-Nya
  5. وَلَمْwa-lamdan tidak
  6. يُفَرِّقُواyufarriquumereka memisahkan
  7. بَيْنَbaynadi antara
  8. أَحَدٍahadinseorang pun
  9. مِنْهُمْminhumdari mereka
  10. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  11. سَوْفَsawfakelak
  12. يُؤْتِيهِمْyu'tiihimmemberi mereka
  13. أُجُورَهُمْujuurahumpahala mereka
  14. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  15. اللَّهُllaahuAllah
  16. غَفُورًاghafuuranpengampun
  17. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Kontras dengan 4:150-151: yang beriman tanpa membeda-bedakan rasul dijanjikan pahala, inklusivitas terhadap seluruh rangkaian kebenaran (bukan pemilahan selektif) adalah kunci pembedanya. Konkretnya: konsistensi menerima keseluruhan sumber kebenaran (bukan memilah sesuai kenyamanan) adalah yang membedakan komitmen tulus dari manipulasi selektif, kriteria yang sama berlaku baik untuk teks suci maupun prinsip etika secara umum.

Penjelasan pilihan kata

'(para rasul)' dipertahankan tanpa kurung sebagai pelengkap disambiguasi wajib ('mereka' pertama vs kedua merujuk pihak beda dalam 1 kalimat). 'Ulaa'ika' (jauh, jamak, dikonfirmasi morfologi) tidak diterjemahkan pada draf: ditambahkan 'mereka itu', konsisten dengan acuan sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini menutup kontras dengan ketegasan kelompok 4:150-151: mereka yang beriman utuh tanpa memilah-milah rasul dijanjikan pahala penuh.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka beriman dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara para rasul. Syarat keduanya berupa sesuatu yang justru tidak dikerjakan. Menerima memang mudah; yang sukar tidak memilih-milih di antara yang harus diterima.
  • Sesudah menjanjikan pahala, Allah menutup dengan menyebut diri-Nya pengampun lagi pengasih. Bukan sebutan tentang keadilan. Bahkan kepada orang yang sudah dijanjikan pahala, yang disebut di ujung tetap sifat yang memaafkan.
  • Yang dijanjikan disebut kelak akan diberikan. Waktunya bukan sekarang. Janji yang jujur menyebutkan jaraknya, dan orang yang menunggu sambil tahu bahwa ia sedang menunggu jauh lebih tahan daripada yang mengira akan segera menerima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.