فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا

Maka, karena mereka melanggar perjanjian itu, kafir terhadap tanda-tanda Allah, membunuh nabi-nabi tanpa hak, dan mengatakan, “Hati kami tertutup” , sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekufuran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali hanya sedikit.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌfa-bi-maa naqdhihim miitsaaqahum wa-kufrihim bi-aayaati llaahi wa-qatlihimu l-anbiyaa'a bi-ghayri haqqin wa-qawlihim quluubunaa ghulfunmaka, karena mereka melanggar perjanjian itu, kafir terhadap tanda-tanda Allah, membunuh nabi-nabi tanpa hak, dan mengatakan, hati kami tertutup
  2. بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًاbal thaba'a llaahu 'alayhaa bi-kufrihim fa-laa yu'minuuna illaa qaliilansebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekufuran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali hanya sedikit

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. فَبِمَاfa-bi-maamaka karena
  2. نَقْضِهِمْnaqdhihimpelanggaran mereka
  3. مِيثَاقَهُمْmiitsaaqahumperjanjian mereka
  4. وَكُفْرِهِمْwa-kufrihimdan kekufuran mereka
  5. بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. وَقَتْلِهِمُwa-qatlihimudan pembunuhan mereka
  8. الْأَنْبِيَاءَl-anbiyaa'apara nabi
  9. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  10. حَقٍّhaqqinkebenaran
  11. وَقَوْلِهِمْwa-qawlihimdan perkataan mereka
  12. قُلُوبُنَاquluubunaahati kami
  13. غُلْفٌghulfuntertutup
  14. بَلْbalbahkan
  15. طَبَعَthaba'amengunci
  16. اللَّهُllaahuAllah
  17. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  18. بِكُفْرِهِمْbi-kufrihimkarena kekufuran mereka
  19. فَلَاfa-laamaka tidak
  20. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  21. إِلَّاillaakecuali
  22. قَلِيلًاqaliilansedikit

Inti bacaan

Rangkaian pelanggaran berulang, melanggar perjanjian, kufur, membunuh nabi, mengklaim 'hati tertutup' (sebagai dalih), berujung pada konsekuensi: 'Allah mengunci hati mereka'. Klaim 'hati tertutup' sebagai alasan justru menjadi kenyataan sebagai konsekuensi, bukan kondisi awal. Konkretnya: menggunakan dalih 'aku memang begini, tak bisa berubah' sebagai pembenaran berulang atas pola buruk berisiko benar-benar mengeraskan kondisi itu menjadi permanen, dalih yang terus diulang bisa menjadi kenyataan yang mengunci diri sendiri.

Tafsiran

Ayat ini membuka daftar panjang pelanggaran Bani Israil (berlanjut hingga 4:161), pengingkaran perjanjian, kekufuran, pembunuhan nabi, dan klaim 'hati tertutup' yang justru dibantah: hati mereka terkunci bukan secara alami, melainkan akibat kekufuran mereka sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini membuka rangkaian genitif panjang (naqd, kufr, qatl, qawl) yang baru menemukan penutup kalimatnya pada 4:160 ('Kami haramkan'); struktur tata bahasa Arab yang jarang tertangkap penuh dalam terjemahan per-ayat terpisah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.