وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan bagi mereka. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang hal itu selalu dalam keragu-raguan terhadapnya. Mereka benar-benar tidak memiliki pengetahuan tentang hal itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka sesungguhnya tidak yakin telah membunuhnya.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْwa-qawlihim innaa qatalnaa l-masiiha 'iisaa bna maryama rasuula llaahi wa-maa qataluuhu wa-maa shalabuuhu wa-laakin syubbiha lahumdan karena ucapan mereka, sesungguhnya kami telah membunuh Almasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan bagi mereka
  2. وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُwa-inna lladziina khtalafuu fiihi la-fii syakkin minhusesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang hal itu selalu dalam keragu-raguan terhadapnya
  3. مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّmaa lahum bihi min 'ilmin illaa ttibaa'a zh-zhannimereka benar-benar tidak memiliki pengetahuan tentang hal itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka
  4. وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًاwa-maa qataluuhu yaqiinandan mereka sesungguhnya tidak yakin telah membunuhnya

Terjemahan per kata (34 kata)

  1. وَقَوْلِهِمْwa-qawlihimdan perkataan mereka
  2. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  3. قَتَلْنَاqatalnaakami membunuh
  4. الْمَسِيحَl-masiihaAlmasih
  5. عِيسَى'iisaaIsa
  6. ابْنَbnaputra
  7. مَرْيَمَmaryamaMaryam
  8. رَسُولَrasuularasul
  9. اللَّهِllaahiAllah
  10. وَمَاwa-maadan tidaklah
  11. قَتَلُوهُqataluuhumereka membunuhnya
  12. وَمَاwa-maadan tidaklah
  13. صَلَبُوهُshalabuuhumereka menyalibnya
  14. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  15. شُبِّهَsyubbihadiserupakan
  16. لَهُمْlahumbagi mereka
  17. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  18. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  19. اخْتَلَفُواkhtalafuuberselisih
  20. فِيهِfiihidi dalamnya
  21. لَفِيla-fiibenar-benar dalam
  22. شَكٍّsyakkinkeraguan
  23. مِنْهُminhudarinya
  24. مَاmaatidaklah
  25. لَهُمْlahumbagi mereka
  26. بِهِbihitentangnya
  27. مِنْmindari
  28. عِلْمٍ'ilminpengetahuan
  29. إِلَّاillaakecuali
  30. اتِّبَاعَttibaa'amengikuti
  31. الظَّنِّzh-zhannidugaan
  32. وَمَاwa-maadan tidaklah
  33. قَتَلُوهُqataluuhumereka membunuhnya
  34. يَقِينًاyaqiinankeyakinan

Inti bacaan

terjemahan ini mempertahankan ambiguitas teks tentang siapa sebenarnya yang disalib ('diserupakan bagi mereka') tanpa memaksakan penjelasan spekulatif, kejujuran mengakui 'mereka tidak mengetahui. kecuali mengikuti persangkaan' menolak kepastian klaim (baik pembunuhan maupun penyaliban) tanpa dasar pengetahuan yang pasti. Konkretnya: mengakui batas pengetahuan pasti tentang peristiwa historis yang diperdebatkan (daripada memaksakan kepastian di atas dasar yang lemah) adalah kejujuran intelektual, ketidakpastian yang diakui lebih terhormat daripada kepastian palsu.

Tafsiran

Ayat ini menyoal klaim pembunuhan Isa sebagai tuduhan palsu lain dari Bani Israil, dengan sengaja mempertahankan ambiguitas mengenai apa yang sesungguhnya terjadi: teks Arab sendiri tak memerinci mekanisme penyamaran, hanya menegaskan ketidakpastian pihak yang berselisih.

Renungan dan Hikmah

  • Frasa 'shubbiha lahum' (disamarkan bagi mereka) sengaja tak dirinci mekanismenya oleh teks Arab sendiri, berbagai teori berkembang dalam tradisi tafsir, namun ayat ini secara harfiah hanya menegaskan ketidaktahuan pihak yang berselisih, bukan memberi jawaban pasti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.