بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Akan tetapi, Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Dan Allah digdaya lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِbal rafa'ahu llaahu ilayhiakan tetapi, Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya
  2. وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًاwa-kaana llaahu aziizan hakiimandan Allah digdaya lagi penuh hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'digdaya' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.

Aplikasi

Pengangkatan Isa 'ke hadirat-Nya' disandingkan dengan sifat 'digdaya lagi penuh hikmah', penyelamatan dari kematian yang diklaim musuhnya ditegaskan sebagai tindakan yang penuh kebijaksanaan, bukan kebetulan. Konkretnya: keyakinan bahwa perlindungan Ilahi bekerja dengan hikmah (bukan sembarangan) terhadap yang teraniaya bisa menjadi sumber ketenangan bagi yang menghadapi ketidakadilan besar, perlindungan datang dengan kebijaksanaan, meski caranya tidak selalu terlihat langsung.