بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Akan tetapi, Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Dan Allah digdaya lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِbal rafa'ahu llaahu ilayhiakan tetapi, Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya
  2. وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًاwa-kaana llaahu 'aziizan hakiimandan Allah digdaya lagi penuh hikmah

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. بَلْbalbahkan
  2. رَفَعَهُrafa'ahumengangkatnya
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. إِلَيْهِilayhikepada-Nya
  5. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  6. اللَّهُllaahuAllah
  7. عَزِيزًا'aziizanMahaperkasa
  8. حَكِيمًاhakiimanbijaksana

Inti bacaan

Pengangkatan Isa 'ke hadirat-Nya' disandingkan dengan sifat 'digdaya lagi penuh hikmah', penyelamatan dari kematian yang diklaim musuhnya ditegaskan sebagai tindakan yang penuh kebijaksanaan, bukan kebetulan. Konkretnya: keyakinan bahwa perlindungan Ilahi bekerja dengan hikmah (bukan sembarangan) terhadap yang teraniaya bisa menjadi sumber ketenangan bagi yang menghadapi ketidakadilan besar, perlindungan datang dengan kebijaksanaan, meski caranya tidak selalu terlihat langsung.

Penjelasan pilihan kata

'(Isa)' pada draf diintegrasikan langsung menggantikan ganti 'nya' (bukan kurung terpisah): disambiguasi wajib mengingat kompleksitas rujukan ambigu di 4:157. Ayat ini memutus rangkaian genitif 'wa-X-ihim' 4:155-157 dengan kalimat yang berdiri sendiri kontrastif 'bal' (bukan bagian dari list, resolusi tersendiri).

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa Isa tidak dibunuh melainkan diangkat oleh Allah, menutup kontroversi seputar nasibnya dengan jawaban yang jelas meski mekanismenya tak dirinci.

Renungan dan Hikmah

  • Sesudah ayat panjang tentang apa yang mereka klaim dan apa yang mereka ragukan, kalimat ini dibuka dengan 'akan tetapi'. Satu kata yang memutus. Allah tidak menguraikan ulang seluruh perdebatannya; Dia menyebutkan apa yang terjadi, dan perdebatannya berhenti di situ.
  • Yang disebut hanya bahwa Allah mengangkatnya, tanpa satu kata pun tentang bagaimana. Keterangan yang tidak diberikan sama sengajanya dengan yang diberikan. Menambahkan rincian pada bagian yang Dia biarkan kosong berarti mengisi ruang yang memang dimaksudkan tetap kosong.
  • Penutupnya menyebut Allah digdaya lagi penuh hikmah. Nama pertama menjawab apakah Dia sanggup, nama kedua menjawab apakah ada alasannya. Bersama-sama keduanya menutup dua pertanyaan yang paling mungkin muncul dari kalimat yang sengaja tidak dirinci.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.