وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

Dan rasul-rasul yang telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan kepadamu, dan Allah benar-benar berbicara kepada Musa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَwa-rusulan qad qasasnaahum alayka min qablu wa-rusulan lam naqsushum alaykadan rasul-rasul yang telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan kepadamu
  2. وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًاwa-kallama llaahu muusaa takliimandan Allah benar-benar berbicara kepada Musa
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-s-l, q-s-s, q-b-l, k-l-m, a-l-h): kallama llaahu muusaa takliiman diterjemahkan 'Allah berbicara kepada Musa dengan sebenar-benar pembicaraan', akar k-l-m: *takliiman* masdar taukiid (penegas), maka 'dengan sebenar-benar pembicaraan', bukan sekadar '(secara langsung)' terjemahan lain. gloss '(kisah)/(lain)/(secara langsung)' dibuang.

Aplikasi

Pengakuan jujur bahwa ada 'rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan', transparansi tentang keterbatasan cakupan narasi yang diberikan, tidak mengklaim kelengkapan yang sebenarnya tidak ada. Konkretnya: kejujuran mengakui keterbatasan informasi yang dimiliki (tidak berpura-pura mengetahui segalanya) adalah sikap intelektual yang jujur, mengakui apa yang tidak diketahui sama pentingnya dengan menyatakan apa yang diketahui.