رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Kami mengutus rasul-rasul sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah digdaya lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِrusulan mubasysyiriina wa-mundziriina li-allaa yakuuna li-n-naasi 'alaa llaahi hujjatun ba'da r-rusuliKami mengutus rasul-rasul sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus
- وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًاwa-kaana llaahu 'aziizan hakiimandan Allah digdaya lagi penuh hikmah
Terjemahan per kata (15 kata)
- رُسُلًاrusulanpara rasul
- مُبَشِّرِينَmubasysyiriinapara pembawa kabar gembira
- وَمُنْذِرِينَwa-mundziriinadan para pemberi peringatan
- لِئَلَّاli-allaaagar tidak
- يَكُونَyakuunaada
- لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- حُجَّةٌhujjatunhujah
- بَعْدَba'dasesudah
- الرُّسُلِr-rusulipara rasul
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- اللَّهُllaahuAllah
- عَزِيزًا'aziizanMahaperkasa
- حَكِيمًاhakiimanbijaksana
Inti bacaan
Tujuan pengutusan rasul dijelaskan eksplisit: 'agar tidak ada hujah bagi manusia terhadap Allah', penyampaian kebenaran berfungsi menghilangkan alasan 'aku tidak tahu' sebagai pembelaan yang sah. Konkretnya: menyampaikan informasi/kebenaran penting secara jelas kepada orang lain (dalam konteks apa pun) menghilangkan alasan 'tidak tahu' sebagai pembelaan mereka di kemudian hari, transparansi informasi adalah bentuk keadilan preventif.
Penjelasan pilihan kata
'Kami mengutus' dipertahankan tanpa kurung sebagai pelengkap gramatikal wajib: kalimat ini kelanjutan struktur 'rusulan' (rasul-rasul) dari 4:163-164, butuh verba penata dalam bahasa Indonesia. '(diutus)' dipertahankan tanpa kurung sebagai pelengkap serupa untuk frasa 'setelah rasul-rasul itu'.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan tujuan pengutusan para rasul (sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan), agar manusia tidak memiliki dalih di hadapan Allah kelak, karena kebenaran telah disampaikan secara jelas melalui mereka.
Renungan dan Hikmah
- Tujuan pengutusan disebut 'agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah'. Bukan agar semua beriman. Yang dikerjakan rasul menutup satu pembelaan, yaitu tidak tahu, dan itu berbeda dari menjamin hasilnya.
- Urutannya pembawa berita gembira lebih dulu, baru pemberi peringatan. Dalam ingatan orang biasanya terbalik. Cara Allah menyebut tugas mereka menempatkan yang menggembirakan di depan, dan urutan itu bukan hal kecil bagi siapa pun yang hendak menirunya.
- Alasan itu tertutup 'setelah rasul-rasul itu diutus', bukan sebelumnya. Ada masa ketika tidak tahu memang pembelaan yang sah. Allah tidak memberlakukan tuntutan sebelum keterangannya sampai, dan batas waktu itu disebutkan-Nya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.