لَٰكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Akan tetapi, Allah bersaksi atas apa yang telah diturunkan-Nya kepadamu. Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya. Dan para malaikat pun bersaksi. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. لَٰكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَlaakini llaahu yashhadu bimaa anzala ilaykaakan tetapi, Allah bersaksi atas apa yang telah diturunkan-Nya kepadamu
  2. أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِanzalahu bi'ilmihiDia menurunkannya dengan ilmu-Nya
  3. وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَwa-l-malaa'ikatu yashhaduunadan para malaikat pun bersaksi
  4. وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًاwa-kafaa billaahi shahiidandan cukuplah Allah menjadi saksi
Catatan pilihan kata (ringkas)

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..

Aplikasi

Kesaksian berlapis (Allah, malaikat) atas kebenaran wahyu menunjukkan bahwa klaim besar (di sini: otentisitas pesan Ilahi) didukung dengan kesaksian yang berlapis, bukan klaim sepihak tanpa penguat. Konkretnya: klaim penting yang didukung banyak sumber independen (bukan hanya satu pihak yang berkepentingan) memiliki kredibilitas lebih kuat, prinsip verifikasi berlapis ini berlaku luas, bukan hanya dalam konteks wahyu.