إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا

Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan berbuat zalim, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka suatu jalan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًاinna lladziina kafaruu wa-zhalamuu lam yakuni llaahu li-yaghfira lahum wa-laa li-yahdiyahum thariiqansesungguhnya orang-orang yang kufur dan berbuat zalim, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka suatu jalan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. وَظَلَمُواwa-zhalamuudan mereka menzalimi
  5. لَمْlamtidak
  6. يَكُنِyakuniadalah
  7. اللَّهُllaahuAllah
  8. لِيَغْفِرَli-yaghfiraagar Dia mengampuni
  9. لَهُمْlahumkepada mereka
  10. وَلَاwa-laadan tidak pula
  11. لِيَهْدِيَهُمْli-yahdiyahumagar Dia menunjukkan mereka
  12. طَرِيقًاthariiqanjalan

Inti bacaan

Konsekuensi tegas bagi kombinasi 'kufur dan kezaliman', dua dimensi pelanggaran (spiritual dan sosial) yang bersatu menghasilkan konsekuensi yang lebih berat daripada salah satu saja. Konkretnya: pelanggaran yang menggabungkan penolakan prinsip dan tindakan merugikan orang lain jauh lebih serius daripada kesalahan yang terisolasi pada satu dimensi, mengevaluasi keseriusan pelanggaran perlu mempertimbangkan berapa banyak dimensi yang dilanggar sekaligus.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat sengaja dibiarkan menggantung (tanpa titik), berlanjut ke 4:169 sebagai satu kalimat utuh dengan anak kalimat pengecualian 'illaa tariiqa jahannama': acuan pola kalimat majemuk lintas-ayat, established Rangkaian 408 (4:155-161).

Tafsiran

Ayat ini membuka pernyataan tegas tentang nasib orang yang kufur sekaligus berbuat zalim: mereka tidak akan diampuni maupun ditunjukkan jalan apa pun, kecuali satu jalan yang dijelaskan pada ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua sekaligus: kufur dan berbuat zalim. Yang satu tentang hubungan dengan-Nya, yang lain tentang hubungan dengan manusia. Keduanya disandingkan, dan itu menutup anggapan bahwa yang satu bisa menutupi kekurangan yang lain.
  • Yang disebut bukan cuma tidak diampuni, melainkan tidak ditunjukkan suatu jalan. Bukan hukuman yang dijatuhkan, melainkan arah yang tidak diberikan. Ada keadaan yang lebih berat daripada dihukum, yaitu dibiarkan tanpa tahu ke mana harus melangkah.
  • Ayat ini berhenti tanpa titik dan dilanjutkan di ayat berikutnya dengan satu pengecualian. Kalimat tentang tidak adanya jalan ternyata belum selesai. Membaca penggalan ini sendirian akan memberi kesan yang berbeda dari yang dimaksudkan Allah lewat kalimat utuhnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'ghafara' tanpa kata sandang al-. ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').