لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا
Almasih tidak akan pernah enggan menjadi hamba Allah, begitu pula para malaikat yang paling dekat kepada-Nya. Dan siapa yang enggan beribadah kepada-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَlan yastankifa l-masiihu an yakuuna abdan lillaahi wa-laa l-malaa'ikatu l-muqarrabuunaAlmasih tidak akan pernah enggan menjadi hamba Allah, begitu pula para malaikat yang paling dekat kepada-Nya
- وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًاwa-man yastankif an ibaadatihi wa-yastakbir fa-sayahshuruhum ilayhi jamii'andan siapa yang enggan beribadah kepada-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya
Catatan pilihan kata (ringkas)
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) passthrough; per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan pending. Lih.. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.
Aplikasi
Isa sendiri 'tidak akan pernah enggan menjadi hamba Allah', begitu pula 'malaikat yang dekat', figur paling mulia sekalipun tidak keberatan dengan status kehambaan, sebuah model kerendahan hati dari yang paling tinggi kedudukannya. Konkretnya: kerendahan hati sejati terlihat dari kesediaan figur paling mulia sekalipun menerima posisi sebagai hamba/pelayan, status tinggi tidak seharusnya menghasilkan keengganan untuk tunduk pada yang lebih besar.