لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا

Almasih tidak akan pernah enggan menjadi hamba Allah, begitu pula para malaikat yang paling dekat kepada-Nya. Dan siapa yang enggan beribadah kepada-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَlan yastankifa l-masiihu an yakuuna 'abdan li-llaahi wa-laa l-malaa'ikatu l-muqarrabuunaAlmasih tidak akan pernah enggan menjadi hamba Allah, begitu pula para malaikat yang paling dekat kepada-Nya
  2. وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًاwa-man yastankif 'an 'ibaadatihi wa-yastakbir fa-sa-yahsyuruhum ilayhi jamii'andan siapa yang enggan beribadah kepada-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. لَنْlantidak akan
  2. يَسْتَنْكِفَyastankifaenggan
  3. الْمَسِيحُl-masiihuAl-Masih
  4. أَنْanuntuk
  5. يَكُونَyakuunaada
  6. عَبْدًا'abdanseorang hamba
  7. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  8. وَلَاwa-laadan tidak pula
  9. الْمَلَائِكَةُl-malaa'ikatupara malaikat
  10. الْمُقَرَّبُونَl-muqarrabuunaorang-orang yang didekatkan
  11. وَمَنْwa-mandan orang yang
  12. يَسْتَنْكِفْyastankifenggan
  13. عَنْ'andari
  14. عِبَادَتِهِ'ibaadatihipengabdian kepada-Nya
  15. وَيَسْتَكْبِرْwa-yastakbirdan ia menyombongkan diri
  16. فَسَيَحْشُرُهُمْfa-sa-yahsyuruhummaka Dia akan mengumpulkan mereka
  17. إِلَيْهِilayhikepada-Nya
  18. جَمِيعًاjamii'ansemuanya

Inti bacaan

Isa sendiri 'tidak akan pernah enggan menjadi hamba Allah', begitu pula 'malaikat yang dekat', figur paling mulia sekalipun tidak keberatan dengan status kehambaan, sebuah model kerendahan hati dari yang paling tinggi kedudukannya. Konkretnya: kerendahan hati sejati terlihat dari kesediaan figur paling mulia sekalipun menerima posisi sebagai hamba/pelayan, status tinggi tidak seharusnya menghasilkan keengganan untuk tunduk pada yang lebih besar.

Penjelasan pilihan kata

'(kepada Allah)' pada 'para malaikat yang dekat' diintegrasikan langsung sebagai 'kepada-Nya' (bukan kurung terpisah): pelengkap gramatikal wajib merujuk 'lillaahi' pada bagian sebelumnya, menghindari pengulangan 'Allah' berlebih dalam satu kalimat.

Tafsiran

Ayat ini menutup penegasan status Isa sebagai hamba, bukan tuhan, bahkan malaikat yang paling dekat kepada Allah pun tidak enggan menjadi hamba-Nya, dan siapa pun yang enggan beribadah kepada-Nya serta menyombongkan diri akan dikumpulkan di hadapan-Nya untuk diadili.

Renungan dan Hikmah

  • Yang disebut tidak enggan menjadi hamba justru Almasih dan para malaikat terdekat. Keengganan itu tidak ditemukan pada yang paling mulia. Rasa berat menerima kedudukan sebagai hamba ternyata bukan tanda ketinggian, melainkan tanda sesuatu yang lain.
  • Ayat ini menyebut 'para malaikat yang paling dekat kepada-Nya', dan kedekatan itu tidak mengubah kedudukan mereka. Semakin dekat bukan berarti semakin setara. Yang bertambah dari kedekatan kepada Allah rupanya bukan kedudukan, melainkan kesadaran akan perbedaannya.
  • Allah menyebut dua sifat bersama: enggan beribadah, dan menyombongkan diri. Yang kedua menjelaskan yang pertama. Orang jarang menolak beribadah karena tidak percaya; lebih sering karena merasa kedudukannya tidak cocok dengan posisi merendah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.