يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا

Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian dalil dari Tuhan kalian, dan Kami turunkan kepada kalian cahaya yang nyata.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًاyaa ayyuhaa n-naasu qad jaa'akum burhaanun min rabbikum wa-anzalnaa ilaykum nuuran mubiinanwahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian dalil dari Tuhan kalian, dan Kami turunkan kepada kalian cahaya yang nyata
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar n-w-s, j-y-a, b-r-h-n, r-b-b, n-z-l, n-w-r, b-y-n): AYAT AKAR JUDUL PROYEK. burhaan diterjemahkan 'burhan (bukti terang)', akar b-r-h-n (putaran BRHN; inti *haatuu burhaanakum*=bawalah buktimu). ⚠ PENTING: gloss terjemahan lain '(Nabi Muhammad dengan mukjizatnya)' utk burhaan & '(Al-Qur'an)' utk nuur DIBUANG, teks tak menamai rujukannya; nuur mubiin diterjemahkan 'cahaya yang nyata'.

Aplikasi

Ayat jangkar metodologi: 'burhan (bukti terang)... cahaya yang nyata', istilah *burhaan* yang sama menjadi akar prinsip *haatuu burhaanakum* ('tunjukkan buktimu') yang mendasari seluruh proyek terjemahan ini. Konkretnya: menuntut dan menyediakan bukti yang jelas (bukan klaim kosong) adalah standar yang berlaku dua arah, baik saat meyakini sesuatu maupun saat mengajak orang lain meyakini, bukti yang terang selalu menjadi fondasi yang dituntut.