وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian dan perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan kepada kalian ketika kalian mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah berilmu akan segala isi hati.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَاwa-dzkuruu ni'mata llaahi 'alaykum wa-miitsaaqahu lladzii waatsaqakum bihi idz qultum sami'naa wa-atha'naadan ingatlah nikmat Allah kepada kalian dan perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan kepada kalian ketika kalian mengatakan, kami mendengar dan kami menaati
- وَاتَّقُوا اللَّهَwa-ttaquu llaahabertakwalah kepada Allah
- إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِinna llaaha 'aliimun bi-dzaati sh-shuduurisesungguhnya Allah berilmu akan segala isi hati
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَاذْكُرُواwa-dzkuruudan ingatlah kalian
- نِعْمَةَni'matanikmat
- اللَّهِllaahiAllah
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- وَمِيثَاقَهُwa-miitsaaqahudan perjanjian-Nya
- الَّذِيlladziiyang
- وَاثَقَكُمْwaatsaqakummengikat kalian
- بِهِbihidengannya
- إِذْidzketika
- قُلْتُمْqultumkalian berkata
- سَمِعْنَاsami'naakami mendengar
- وَأَطَعْنَاwa-atha'naadan kami patuh
- وَاتَّقُواwa-ttaquudan jagalah diri dari
- اللَّهَllaahaAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
- بِذَاتِbi-dzaatipada isi
- الصُّدُورِsh-shuduuridada
Inti bacaan
Ayat ini mengaitkan ketakwaan dengan mengingat kembali momen komitmen eksplisit, 'kami mendengar dan kami menaati', bukan sekadar perasaan religius yang mengambang. Konkretnya: pegang teguh kata-kata komitmen yang pernah diucapkan secara sadar (janji, sumpah, ikrar) sebagai jangkar ketika godaan untuk mengingkarinya datang kemudian; ingatan akan janji yang pernah diucapkan berfungsi sebagai pengingat tanggung jawab, bukan basa-basi masa lalu yang bisa dilupakan.
Penjelasan pilihan kata
Kutip 'qultum' (kalian mengatakan) dikonfirmasi morfologi.
Tafsiran
Ayat ini mengajak mengingat nikmat Allah dan perjanjian yang telah diikrarkan umat beriman sendiri (ikrar 'kami mendengar dan kami menaati'), sebagai dasar ketakwaan yang harus terus dijaga.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh mengingat nikmat-Nya dan perjanjian-Nya. Berpasangan. Yang diterima dan yang dijanjikan disebut bersama, sebab yang kedua lahir dari yang pertama.
- Allah mengutip janji mereka sendiri: kami mendengar dan kami menaati. Kalimatnya dikutip utuh. Yang mengikat bukan tafsiran atas janji itu, melainkan bunyinya.
- Allah menutup dengan menyebut Dia berilmu akan segala isi hati. Sesudah bicara janji yang diucapkan. Yang diperiksa bukan ucapannya, melainkan apa yang menyertainya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').