وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami, mereka itulah penghuni neraka yang menyala-nyala.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِwa-lladziina kafaruu wa-kadzdzabuu bi-aayaatinaa ulaa'ika ash-haabu l-jahiimiadapun orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami, mereka itulah penghuni neraka yang menyala-nyala

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  2. كَفَرُواkafaruukufur
  3. وَكَذَّبُواwa-kadzdzabuudan mendustakan
  4. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  5. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  6. أَصْحَابُash-haabupenghuni
  7. الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala

Inti bacaan

Pasangan 'kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami' menunjukkan bahwa kekafiran di sini bukan sekadar ketiadaan keyakinan formal, melainkan tindakan aktif mendustakan tanda-tanda yang sudah tersedia untuk dibaca. Konkretnya: konsekuensi berat menimpa orang yang sudah berhadapan dengan tanda namun memilih mendustakannya, ini menuntut kejujuran menghadapi bukti yang sudah jelas di depan mata, bukan menolaknya demi mempertahankan sikap yang sudah telanjur diambil.

Penjelasan pilihan kata

'Jahim (neraka)' hibrida draf diganti terjemahan langsung 'neraka yang menyala-nyala' tanpa transliterasi tertinggal, konsisten disiplin istilah Arab teknis. 'Ulaa'ika' (jauh, jamak) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'mereka itulah'.

Tafsiran

Ayat ini menyandingkan kontras tegas dengan ayat sebelumnya: orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Allah dipastikan sebagai penghuni neraka.

Renungan dan Hikmah

  • Yang disebut Allah dua: kufur, dan mendustakan tanda-tanda. Bukan satu keadaan, melainkan sikap dan perbuatan. Tidak percaya masih berupa keadaan batin; mendustakan sudah berupa tindakan terhadap sesuatu yang sudah dilihat.
  • Yang didustakan disebut tanda-tanda Kami, dengan kata kepemilikan. Allah menamainya sebagai milik-Nya. Yang dipersoalkan bukan pendapat mereka tentang alam, melainkan sikap mereka terhadap sesuatu yang sudah dinyatakan milik siapa.
  • Kata yang dipakai penghuni, bukan yang dimasukkan ke dalamnya. Sebutan itu tentang siapa mereka, bukan tentang apa yang akan dikerjakan atas mereka. Ada nasib yang digambarkan sebagai tempat tinggal, bukan sebagai hukuman yang dijatuhkan dari luar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.