لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Sungguh, telah kufur orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam.” Katakanlah, “Siapakah yang mempunyai kuasa apa pun untuk mencegah Allah, jika Dia hendak membinasakan Almasih putra Maryam, ibunya, dan seluruh yang ada di bumi?” Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَla-qad kafara lladziina qaaluu inna llaaha huwa l-masiihu bnu maryamasungguh, telah kufur orang-orang yang berkata, sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam
  2. قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًاqul fa-man yamliku mina llaahi syay'an in araada an yuhlika l-masiiha bna maryama wa-ummahu wa-man fii l-ardhi jamii'ankatakanlah, siapakah yang mempunyai kuasa apa pun untuk mencegah Allah, jika Dia hendak membinasakan Almasih putra Maryam, ibunya, dan seluruh yang ada di bumi
  3. وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاwa-li-llaahi mulku s-samaawaati wa-l-ardhi wa-maa baynahumaamilik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya
  4. يَخْلُقُ مَا يَشَاءُyakhluqu maa yasyaa'uDia menciptakan apa yang Dia kehendaki
  5. وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌwa-llaahu 'alaa kulli syay'in qadiirunAllah berkuasa atas segala sesuatu

Terjemahan per kata (42 kata)

  1. لَقَدْla-qadsungguh
  2. كَفَرَkafarakufur
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. قَالُواqaaluumereka berkata
  5. إِنَّinnasesungguhnya
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. هُوَhuwaitulah
  8. الْمَسِيحُl-masiihuAl-Masih
  9. ابْنُbnuputra
  10. مَرْيَمَmaryamaMaryam
  11. قُلْqulkatakanlah
  12. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  13. يَمْلِكُyamlikumemiliki
  14. مِنَminadari
  15. اللَّهِllaahiAllah
  16. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  17. إِنْinjika
  18. أَرَادَaraadamaksudkan
  19. أَنْanuntuk
  20. يُهْلِكَyuhlikamembinasakan
  21. الْمَسِيحَl-masiihaAlmasih
  22. ابْنَbnaputra
  23. مَرْيَمَmaryamaMaryam
  24. وَأُمَّهُwa-ummahudan ibunya
  25. وَمَنْwa-mandan orang yang
  26. فِيfiidi
  27. الْأَرْضِl-ardhibumi
  28. جَمِيعًاjamii'ansemuanya
  29. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  30. مُلْكُmulkukerajaan
  31. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  32. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  33. وَمَاwa-maadan apa yang
  34. بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
  35. يَخْلُقُyakhluqumenciptakan
  36. مَاmaaapa yang
  37. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  38. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  39. عَلَىٰ'alaaatas
  40. كُلِّkullisegala
  41. شَيْءٍsyay'insesuatu
  42. قَدِيرٌqadiirunberkuasa

Inti bacaan

Argumen menyanggah pendewaan Almasih menggunakan logika kerentanan: jika Almasih bisa dibinasakan oleh kehendak Allah, ia tidak mungkin setara dengan Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Konkretnya: uji klaim keilahian atau otoritas mutlak apa pun dengan pertanyaan sederhana, apakah ia rentan terhadap sesuatu yang lebih besar darinya? Sesuatu yang bisa dibinasakan bukan sumber kekuasaan tertinggi, dan kesadaran ini menjaga dari memberikan kesetiaan mutlak kepada yang sebenarnya terbatas.

Tafsiran

Ayat ini menolak tegas klaim bahwa Allah adalah Almasih putra Maryam, argumen yang diajukan: jika Almasih adalah manusia yang dapat dibinasakan Allah kapan saja bersama seluruh makhluk, ia tak mungkin setara dengan Allah yang berkuasa penuh atas langit dan bumi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyanggah dengan pertanyaan: siapa yang berkuasa mencegah-Nya jika Dia hendak membinasakan Almasih. Sanggahannya bukan larangan, melainkan pertanyaan. Yang diminta dari pendengarnya memikirkan sendiri jawabannya.
  • Allah menyebut Almasih bersama ibunya dan seluruh yang ada di bumi dalam satu deret. Kedudukannya disamakan dengan yang lain. Sesuatu yang bisa binasa bersama semua yang binasa berada di sisi yang sama dari garis itu.
  • Ukuran yang Allah pakai bukan kemuliaan Almasih, melainkan kerentanannya. Kemuliaannya tidak disangkal sedikit pun. Yang disanggah cuma satu: bahwa yang bisa binasa mungkin menjadi Yang tidak binasa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan. qadara alaa=kuasa; qaddara=menentukan ukuran.