وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ
Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepada kalian ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antara kalian, menjadikan kalian raja-raja, dan menganugerahkan kepada kalian apa yang belum pernah Dia anugerahkan kepada seorang pun di antara seisi alam.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَwa-idz qaala muusaa li-qawmihi yaa qawmi dzkuruu ni'mata llaahi 'alaykum idz ja'ala fiikum anbiyaa'a wa-ja'alakum muluukan wa-aataakum maa lam yu'ti ahadan mina l-'aalamiinadan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepada kalian ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antara kalian, menjadikan kalian raja-raja, dan menganugerahkan kepada kalian apa yang belum pernah Dia anugerahkan kepada seorang pun di antara seisi alam
Terjemahan per kata (23 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- قَالَqaalaberkata
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- لِقَوْمِهِli-qawmihikepada kaumnya
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- اذْكُرُواdzkuruuingatlah kalian
- نِعْمَةَni'matanikmat
- اللَّهِllaahiAllah
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- إِذْidzketika
- جَعَلَja'alamenjadikan
- فِيكُمْfiikumdi antara kalian
- أَنْبِيَاءَanbiyaa'anabi-nabi
- وَجَعَلَكُمْwa-ja'alakumdan menjadikan kalian
- مُلُوكًاmuluukanraja-raja
- وَآتَاكُمْwa-aataakumdan memberi kalian
- مَاmaaapa yang
- لَمْlamtidak
- يُؤْتِyu'timemberikan
- أَحَدًاahadanseorang pun
- مِنَminadari
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Musa mengingatkan kaumnya pada nikmat konkret dan spesifik, nabi-nabi di antara mereka, kedudukan terhormat, anugerah yang tak dimiliki bangsa lain, sebagai landasan sebelum memerintahkan mereka bertindak. Konkretnya: mengingat berkah dan privilese yang telah diterima adalah langkah pertama sebelum menuntut tanggung jawab atau keberanian bertindak, rasa syukur yang konkret menjadi bahan bakar bagi keberanian mengambil langkah besar yang diperintahkan.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah Musa mengingatkan Bani Israil akan nikmat besar yang telah dianugerahkan kepada mereka (kenabian, kedudukan sebagai raja-raja, dan karunia yang tak diberikan kepada bangsa lain), sebagai pembuka seruan memasuki tanah suci.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Musa menyebut tiga: nabi-nabi di antara kalian, kalian dijadikan raja-raja, dan diberi apa yang tak diberikan kepada siapa pun. Bertingkat. Yang diingatkan lebih dahulu pemberian, bukan tuntutan.
- Yang disebut kedua kalian dijadikan raja-raja. Kaum yang sebelumnya diperbudak. Perubahan kedudukan sejauh itu dipakai untuk mengingatkan siapa yang mengubahnya.
- Allah merekam Musa membuka dengan ingatlah nikmat Allah. Sebelum perintah masuk ke tanah suci. Perintah berat didahului dengan mengingat apa yang sudah diterima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.