يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah Allah tetapkan bagi kalian, dan janganlah kalian berbalik ke belakang, karena kalian akan berbalik menjadi orang-orang yang rugi.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَyaa qawmi dkhuluu l-ardha l-muqaddasata llatii kataba llaahu lakum wa-laa tartadduu 'alaa adbaarikum fa-tanqalibuu khaasiriinawahai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah Allah tetapkan bagi kalian, dan janganlah kalian berbalik ke belakang, karena kalian akan berbalik menjadi orang-orang yang rugi

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. قَوْمِqawmikaumku
  3. ادْخُلُواdkhuluumasuklah kalian
  4. الْأَرْضَl-ardhabumi
  5. الْمُقَدَّسَةَl-muqaddasatayang suci
  6. الَّتِيllatiiyang
  7. كَتَبَkatabamenetapkan
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. لَكُمْlakumbagi kalian
  10. وَلَاwa-laadan janganlah
  11. تَرْتَدُّواtartadduukalian berbalik
  12. عَلَىٰ'alaaatas
  13. أَدْبَارِكُمْadbaarikumpunggung kalian
  14. فَتَنْقَلِبُواfa-tanqalibuumaka kalian kembali
  15. خَاسِرِينَkhaasiriinaorang-orang yang merugi

Inti bacaan

Perintah untuk tidak 'berbalik ke belakang' menghadapi tanah yang dijanjikan menegaskan bahwa mundur dari tantangan yang sudah ditetapkan berakibat kerugian, bukan keamanan. Konkretnya: ketika berhadapan dengan langkah besar yang sudah jelas harus diambil, mundur karena takut sering kali bukan pilihan yang lebih aman, ia justru mengubah seseorang dari pemenang potensial menjadi orang yang rugi karena kehilangan kesempatan yang sudah di depan mata.

Penjelasan pilihan kata

Kelanjutan kutip Musa dari 5:20, ditutup di akhir ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan seruan Musa agar kaumnya memasuki tanah suci yang telah ditetapkan Allah, disertai peringatan agar tidak mundur dari perintah tersebut.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Musa menyebut tanah suci yang telah Dia tetapkan bagi mereka. Sudah menjadi milik. Yang diminta bukan merebut, melainkan memasuki apa yang sudah diberikan.
  • Allah merekam larangannya berbalik ke belakang. Bukan berhenti. Yang dikhawatirkan bukan lambatnya, melainkan arah yang berlawanan.
  • Akibat yang disebut kalian menjadi orang-orang yang rugi. Kata dagang. Yang hilang bukan tanahnya saja, melainkan seluruh perjalanan yang sudah ditempuh untuk sampai ke sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-m, d-kh-l, a-r-d, q-d-s, k-t-b, a-l-h, r-d-d, d-b-r, q-l-b, kh-s-r): al-ard al-muqaddasah diterjemahkan 'tanah suci' (terjemahan lain '(Baitulmaqdis)' dibuang); kataba llaah lakum diterjemahkan 'Allah tetapkan bagi kalian' (akar k-t-b); tanqalibuu khaasiriin diterjemahkan 'berbalik menjadi orang-orang yang rugi'. gloss '(karena takut kepada musuh)' dibuang.