قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ
Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya di dalamnya ada kaum yang perkasa lagi sewenang-wenang, dan kami tidak akan memasukinya sampai mereka keluar darinya; maka jika mereka keluar darinya, sungguh kami akan masuk.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَqaaluu yaa muusaa inna fiihaa qawman jabbaariina wa-innaa lan nadkhulahaa hattaa yakhrujuu minhaa fa-in yakhrujuu minhaa fa-innaa daakhiluunamereka berkata, wahai Musa, sesungguhnya di dalamnya ada kaum yang perkasa lagi sewenang-wenang, dan kami tidak akan memasukinya sampai mereka keluar darinya; maka jika mereka keluar darinya, sungguh kami akan masuk
Terjemahan per kata (18 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- يَاyaawahai
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- قَوْمًاqawmankaum
- جَبَّارِينَjabbaariinaorang-orang yang bengis
- وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya kami
- لَنْlantidak akan
- نَدْخُلَهَاnadkhulahaakami memasukinya
- حَتَّىٰhattaasampai
- يَخْرُجُواyakhrujuumereka keluar
- مِنْهَاminhaadarinya
- فَإِنْfa-inmaka jika
- يَخْرُجُواyakhrujuumereka keluar
- مِنْهَاminhaadarinya
- فَإِنَّاfa-innaamaka sesungguhnya kami
- دَاخِلُونَdaakhiluunaorang-orang yang masuk
Inti bacaan
Penolakan kaum Musa berakar pada ketakutan terhadap 'kaum yang perkasa lagi sewenang-wenang', sebuah persepsi ancaman yang membuat mereka menyerah sebelum mencoba. Konkretnya: rasa takut terhadap lawan yang tampak kuat sering melumpuhkan tindakan sebelum tindakan itu benar-benar dicoba, ayat ini mencatat kegagalan ini secara jujur sebagai pelajaran, bukan untuk dicontoh.
Penjelasan pilihan kata
Kutip 'qaaluu' (mereka berkata) dikonfirmasi morfologi, self-contained dalam ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini mencatat penolakan kaum Musa: mereka menolak masuk karena takut kepada penduduk yang perkasa, bersedia masuk hanya jika penduduk itu lebih dulu keluar.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka menyanggupi masuk dengan syarat. Bukan menolak mentah-mentah. Kesediaan yang bersyarat itu bentuk penolakan yang paling halus.
- Syarat yang diajukan menunggu lawan keluar sendiri. Tanpa perlu berhadapan. Yang mereka tunggu bukan pertolongan, melainkan hilangnya keperluan berjuang.
- Allah merekam mereka menyebut lawannya perkasa lagi sewenang-wenang. Dua sifat. Yang ditakuti bukan kekuatannya saja, melainkan bahwa ia tak terkendali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, q-w-m, j-b-r, d-kh-l, kh-r-j): qawman jabbaariin diterjemahkan 'kaum yang perkasa lagi sewenang-wenang', akar j-b-r (putaran JBR: jabbaar=yang memaksakan kehendak/menundukkan; sebagian penerjemah 'giants', terjemahan lain 'sangat kuat dan kejam'); terjemahan ini menautkan ke makna akar 'memaksa'.