قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ
Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami tidak akan memasukinya selama-lamanya, selama mereka masih di dalamnya; maka pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kalian berdua, sesungguhnya kami di sini duduk-duduk saja.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَاqaaluu yaa muusaa innaa lan nadkhulahaa abadan maa daamuu fiihaamereka berkata, wahai Musa, sesungguhnya kami tidak akan memasukinya selama-lamanya, selama mereka masih di dalamnya
- فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَfa-dzhab anta wa-rabbuka fa-qaatilaa innaa haahunaa qaa'iduunamaka pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kalian berdua, sesungguhnya kami di sini duduk-duduk saja
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, d-kh-l, a-b-d, d-w-m, dz-h-b, r-b-b, q-t-l, q-'-d): lan nadkhulahaa abadan diterjemahkan 'tidak akan memasukinya selamanya'; qaa'iduun diterjemahkan 'duduk-duduk'. Harfiah; selaras.
Aplikasi
Penolakan total kaum Musa mencapai titik paling mengejutkan: menyerahkan tanggung jawab bahkan kepada Musa dan Tuhannya sendiri sambil mereka 'duduk-duduk saja', penolakan tanggung jawab yang telanjang dan tanpa malu. Konkretnya: ini potret ekstrem dari lepas tangan, melimpahkan perjuangan kepada orang lain sambil menonton dari pinggir adalah bentuk pengecutan yang dicatat sebagai peringatan, bukan strategi yang bisa dibenarkan.