قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Ia berkata, “Maka sesungguhnya ia diharamkan atas mereka empat puluh tahun; mereka akan mengembara kebingungan di bumi; maka janganlah engkau bersedih atas kaum yang fasik itu.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْqaala fa-innahaa muharramatun alayhimia berkata, maka sesungguhnya ia diharamkan atas mereka
  2. أَرْبَعِينَ سَنَةًarba'iina sanatanempat puluh tahun
  3. يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِyatiihuuna fii l-ardimereka akan mengembara kebingungan di bumi
  4. فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَfa-laa ta'sa alaa l-qawmi l-faasiqiinamaka janganlah engkau bersedih atas kaum yang fasik itu
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, h-r-m, r-b-', s-n-w, t-y-h, a-r-d, a-s-w, q-w-m, f-s-q): muharramah diterjemahkan 'diharamkan' (akar h-r-m); yatiihuuna fii l-ard diterjemahkan 'mengembara kebingungan di bumi'; laa ta'sa diterjemahkan 'jangan bersedih'. gloss '(Jika demikian,)/(negeri)/(Selama itu)/(nasib)' dibuang.

Aplikasi

Konsekuensi penolakan itu bukan kehancuran instan, melainkan empat puluh tahun mengembara kebingungan, sebuah masa kelambanan berkepanjangan sebagai akibat dari satu momen pengecutan kolektif. Konkretnya: keputusan menghindar dari tantangan yang seharusnya dihadapi bisa menghasilkan periode stagnasi yang jauh lebih lama daripada tantangan itu sendiri; dan bagi yang sudah berusaha benar seperti Musa, perintah 'jangan bersedih atas kaum yang fasik' mengajarkan untuk tidak menanggung beban emosional atas pilihan buruk orang lain yang di luar kendali kita.