Ayat 5:27
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Dan bacakanlah kepada mereka berita dua putra Adam dengan benar, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah satu keduanya dan tidak diterima dari yang lain. Ia berkata, “Sungguh aku akan membunuhmu.” Ia berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَwa-tlu 'alayhim naba'a bnay aadama bi-l-haqqi idz qarrabaa qurbaanan fa-tuqubbila min ahadihimaa wa-lam yutaqabbal mina l-aakhari qaala la-aqtulannakadan bacakanlah kepada mereka berita dua putra Adam dengan benar, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah satu keduanya dan tidak diterima dari yang lain. Ia berkata, sungguh aku akan membunuhmu
- قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَqaala innamaa yataqabbalu llaahu mina l-muttaqiinaia berkata, sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (24 kata)
- وَاتْلُwa-tludan bacakanlah
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- نَبَأَnaba'aberita
- ابْنَيْbnaydua putra
- آدَمَaadamakepada Adam
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- إِذْidzketika
- قَرَّبَاqarrabaakeduanya mempersembahkan
- قُرْبَانًاqurbaanankurban
- فَتُقُبِّلَfa-tuqubbilamaka diterima
- مِنْmindari
- أَحَدِهِمَاahadihimaasalah satu keduanya
- وَلَمْwa-lamdan tidak
- يُتَقَبَّلْyutaqabbalditerima
- مِنَminadari
- الْآخَرِl-aakhariyang lain
- قَالَqaalaberkata
- لَأَقْتُلَنَّكَla-aqtulannakasungguh aku akan membunuhmu
- قَالَqaalaberkata
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- يَتَقَبَّلُyataqabbalumenerima
- اللَّهُllaahuAllah
- مِنَminadari
- الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
Inti bacaan
Penerimaan kurban ditentukan oleh takwa pelakunya, bukan oleh besar-kecilnya persembahan, dan respons terhadap penolakan itu, ancaman membunuh, mengungkap bahwa akar masalahnya bukan soal ritual, melainkan kondisi hati yang iri. Konkretnya: ketika usaha atau kontribusi seseorang tidak dihargai sebagaimana harapannya, ukuran kedewasaan adalah introspeksi, bukan menyalahkan atau menyerang pihak yang diterima, kecemburuan yang dibiarkan berujung pada kekerasan, seperti yang terjadi pada Qabil.
Penjelasan pilihan kata
Kisah dua putra Adam: Arab hanya 'ibnay aadama' (dua putra Adam), tanpa nama eksplisit (Qabil/Habil tidak disebut di teks Arab manapun dalam Qur'an), disiplin anti-sejarah dijaga ketat sepanjang kisah ini. 2× kutip 'qaala' dikonfirmasi morfologi, membuka rangkaian dialog lintas-ayat ke 5:28-29.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah dua putra Adam yang mempersembahkan kurban (satu diterima, satu ditolak), memicu ancaman pembunuhan dari yang ditolak, dijawab dengan penegasan bahwa penerimaan Allah hanya bagi yang bertakwa, bukan sekadar ritual.
Renungan dan Hikmah
- Kurban salah seorang diterima Allah, dan yang menyerang justru yang tidak diterima. Ia tidak memperbaiki persembahannya dan tidak bertanya mengapa; ia menyingkirkan pembandingnya. Menghapus orang yang membuat kita terlihat kurang memang jauh lebih cepat daripada memperbaiki apa yang membuat kita kurang.
- Yang diserang tidak membela diri dan tidak membalas ancaman. Ia menyebut syaratnya: Allah menerima dari orang yang bertakwa. Jawaban itu memindahkan perkaranya dari persaingan antara dua orang ke ukuran yang berlaku atas keduanya, dan di situlah pertengkaran sebenarnya bisa berhenti.
- Kedua orang itu tidak disebut namanya sepanjang kisah ini, dan terjemahan ini tidak menambahkannya. Yang tinggal cuma perbuatan mereka. Cerita tanpa nama lebih sulit dijauhkan dari diri sendiri, sebab tak ada tokoh yang bisa dijadikan tempat menaruh seluruh kesalahannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-l-w, n-b-a, b-n-y, h-q-q, q-r-b, q-b-l, a-h-d, a-kh-r, q-w-l, q-t-l, a-l-h, w-q-y): bi-l-haqq diterjemahkan 'dengan benar' (akar h-q-q); qarrabaa qurbaanan diterjemahkan 'mempersembahkan kurban'. gloss '(Nabi Muhammad)/(Habil)/(Qabil)/(amal)' dibuang, nama pelaku dibiarkan terbuka sesuai teks.
Ayat 5:28
لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ
Sesungguhnya jika engkau menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَla-in basathta ilayya yadaka li-taqtulanii maa anaa bi-baasithin yadiya ilayka li-aqtulakasesungguhnya jika engkau menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu
- إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَinnii akhaafu llaaha rabba l-'aalamiinasesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (16 kata)
- لَئِنْla-insungguh jika
- بَسَطْتَbasathtaengkau mengulurkan
- إِلَيَّilayyakepadaku
- يَدَكَyadakatanganmu
- لِتَقْتُلَنِيli-taqtulaniiuntuk membunuhku
- مَاmaatidaklah
- أَنَاanaaaku
- بِبَاسِطٍbi-baasithinyang mengulurkan
- يَدِيَyadiyatanganku
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- لِأَقْتُلَكَli-aqtulakauntuk membunuhmu
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَخَافُakhaafuaku takut
- اللَّهَllaahaAllah
- رَبَّrabbaTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Respons korban terhadap ancaman pembunuhan bukan membalas dengan kekerasan setimpal, melainkan menahan diri karena takut kepada Allah, penolakan aktif untuk mengeskalasi kekerasan meski punya alasan membela diri. Konkretnya: ketika dihadapkan pada ancaman atau agresi nyata, pilihan untuk tidak membalas dengan kekerasan yang sama bukan kelemahan, melainkan bentuk keteguhan moral yang berakar pada kesadaran akan Allah, bukan pada ketidakberdayaan.
Tafsiran
Ayat ini mencatat jawaban tenang saudara yang tidak membalas ancaman pembunuhan: memilih tidak melawan karena rasa takut kepada Allah, Tuhan seisi alam.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam alasannya takut kepada Allah. Bukan takut kepadamu. Yang menahan tangannya bukan lemah, melainkan ada yang lebih ditakuti.
- Kalimatnya disusun sejajar: engkau menggerakkan, aku tidak menggerakkan. Berpasangan. Perbedaannya diletakkan pada satu kata saja.
- Allah merekam ia menyebut Tuhan seisi alam. Bukan Tuhanku. Yang ditakuti disebut dengan nama yang juga berlaku atas lawan bicaranya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.
Ayat 5:29
إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ
Sesungguhnya aku ingin engkau kembali dengan memikul dosaku dan dosamu, sehingga engkau menjadi termasuk penghuni api; dan itulah balasan orang-orang yang zalim.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِinnii uriidu an tabuu'a bi-itsmii wa-itsmika fa-takuuna min ashaabi n-naarisesungguhnya aku ingin engkau kembali dengan memikul dosaku dan dosamu, sehingga engkau menjadi termasuk penghuni api
- وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَwa-dzaalika jazaa'u zh-zhaalimiinadan itulah balasan orang-orang yang zalim
Terjemahan per kata (13 kata)
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أُرِيدُuriiduaku menghendaki
- أَنْanuntuk
- تَبُوءَtabuu'aengkau kembali
- بِإِثْمِيbi-itsmiidengan dosaku
- وَإِثْمِكَwa-itsmikadan dosamu
- فَتَكُونَfa-takuunasehingga engkau menjadi
- مِنْmindari
- أَصْحَابِashaabipenghuni
- النَّارِn-naariapi
- وَذَٰلِكَwa-dzaalikadan itulah
- جَزَاءُjazaa'ubalasan
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Ucapan korban ini paradoksal, ia justru berharap si pembunuh menanggung dosa gandanya sendiri (dosa membunuh ditambah dosa sebelumnya), bukan berharap balas dendam langsung. Konkretnya: keadilan yang sejati kadang berarti membiarkan pelaku kejahatan menanggung akibat penuh perbuatannya sendiri di hadapan Allah, tanpa korban perlu turun tangan membalas, kepercayaan bahwa pertanggungjawaban akan tetap jatuh pada pelakunya adalah bentuk kedewasaan yang membebaskan korban dari beban dendam.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'itulah'. Menutup kutip yang dibuka di 5:27.
Tafsiran
Ayat ini menutup jawaban saudara yang tidak melawan: ia bahkan berharap agar sang pembunuh justru memikul dosa ganda (dosanya sendiri dan dosa pembunuhan), sebagai penegasan bahwa pembalasan bukan jalannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam kalimat ini keluar dari mulut orang yang sebentar lagi dibunuh. Bukan dari pihak yang menang. Ucapan yang diucapkan di ambang kehilangan segalanya jarang dipakai orang untuk menyusun kalimat setenang ini.
- Yang ia harapkan bukan dirinya dibela, melainkan pelakunya menanggung akibat perbuatannya sendiri. Tidak ada permintaan agar tangannya dibalas. Menyerahkan perkara tanpa menghapuskan beratnya memang berbeda dari memaafkan tanpa menimbang.
- Kalimat penutupnya menyebut itulah balasan orang-orang yang zalim, sebuah keterangan umum. Allah membiarkannya berlaku bagi siapa pun. Yang diucapkan di ujung bukan kutukan kepada satu orang, melainkan keterangan tentang sebuah pintu yang berlaku bagi semua.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-w-d, b-w-a, a-ts-m, k-w-n, s-h-b, n-w-r, j-z-y, zh-l-m): tabuu'a bi-ithmii wa ithmik diterjemahkan 'kembali memikul dosaku dan dosamu' (akar b-w-'). terjemahan lain menyisipkan banyak gloss '(kepada-Nya)/(membawa)/(karena membunuh)/(sebelum itu)', DIBUANG, teks dibiarkan ringkas.
Ayat 5:30
فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Maka nafsunya membujuk-memudahkan baginya pembunuhan saudaranya, lalu ia membunuhnya, sehingga ia menjadi termasuk orang-orang yang rugi.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَfa-thawwa'at lahu nafsuhu qatla akhiihi fa-qatalahu fa-ashbaha mina l-khaasiriinamaka nafsunya membujuk-memudahkan baginya pembunuhan saudaranya, lalu ia membunuhnya, sehingga ia menjadi termasuk orang-orang yang rugi
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَطَوَّعَتْfa-thawwa'atmaka mendorongnya
- لَهُlahubaginya
- نَفْسُهُnafsuhudirinya
- قَتْلَqatlapembunuhan
- أَخِيهِakhiihisaudaranya
- فَقَتَلَهُfa-qatalahulalu ia membunuhnya
- فَأَصْبَحَfa-ashbahamaka jadilah
- مِنَminadari
- الْخَاسِرِينَl-khaasiriinaorang-orang yang rugi
Inti bacaan
Frasa 'nafsunya membujuk-memudahkan' menggambarkan pembunuhan bukan sebagai ledakan emosi sesaat, melainkan proses internal di mana nafsu secara bertahap merasionalisasi dan memudahkan jalan menuju kejahatan. Konkretnya: kejahatan besar jarang muncul tiba-tiba, ia biasanya dipersiapkan oleh serangkaian pembenaran diri yang membuat sesuatu yang tadinya tak terpikirkan menjadi terasa mudah dan wajar; kewaspadaan diperlukan justru pada tahap pembenaran diri ini, sebelum tindakan itu benar-benar dilakukan.
Tafsiran
Ayat ini mencatat momen puncak: nafsu mendorongnya membunuh saudaranya sendiri, menjadikannya golongan yang rugi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut nafsunya membujuk-memudahkan, bukan mendorong. Dua kerja sekaligus. Yang berat dibuat terasa ringan lebih dahulu, baru dikerjakan.
- Yang dibunuh Dia sebut saudaranya, bukan namanya. Hubungan itu diulang. Kata saudara dipakai tiap kali, supaya jarak tak pernah terbentuk.
- Allah menutup dengan ia termasuk orang-orang yang rugi. Bukan berdosa. Kata yang dipilih tentang perhitungan, dan yang dihitung apa yang tersisa padanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-w-', n-f-s, q-t-l, a-kh-w, s-b-h, kh-s-r): tawwa'at lahu nafsuhu diterjemahkan 'nafsunya membujuk-memudahkan baginya', akar t-w-' (putaran 58: tawwa'a bentuk kedua=menjadikan menurut/tunduk; nafs menjadikan perbuatan itu 'patuh' pada kehendaknya). gloss '(Qabil)/(benar-benar)' dibuang.
Ayat 5:31
فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ
Maka Allah mengutus seekor burung gagak yang mengais di tanah untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menutupi jasad saudaranya. Ia berkata, “Celaka aku! Apakah aku tak mampu menjadi seperti burung gagak ini, lalu menutupi jasad saudaraku?” Maka ia menjadi termasuk orang-orang yang menyesal.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِfa-ba'atsa llaahu ghuraaban yabhatsu fii l-ardhi li-yuriyahu kayfa yuwaarii saw'ata akhiihimaka Allah mengutus seekor burung gagak yang mengais di tanah untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menutupi jasad saudaranya
- قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِيqaala yaa waylataa a-'ajaztu an akuuna mitsla haadzaa l-ghuraabi fa-uwaariya saw'ata akhiiia berkata, celaka aku, apakah aku tak mampu menjadi seperti burung gagak ini, lalu menutupi jasad saudaraku
- فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَfa-ashbaha mina n-naadimiinamaka ia menjadi termasuk orang-orang yang menyesal
Terjemahan per kata (26 kata)
- فَبَعَثَfa-ba'atsamaka Allah mengutus
- اللَّهُllaahuAllah
- غُرَابًاghuraabangagak
- يَبْحَثُyabhatsumenggali
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- لِيُرِيَهُli-yuriyahuagar memperlihatkan kepadanya
- كَيْفَkayfabagaimana
- يُوَارِيyuwaariimenutupi
- سَوْءَةَsaw'atamayat
- أَخِيهِakhiihisaudaranya
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- وَيْلَتَاwaylataaaduhai celaka aku
- أَعَجَزْتُa-'ajaztuapakah aku tidak mampu
- أَنْanuntuk
- أَكُونَakuunaaku menjadi
- مِثْلَmitslaseperti
- هَٰذَاhaadzaaini
- الْغُرَابِl-ghuraabigagak
- فَأُوَارِيَfa-uwaariyamaka aku menguburkan
- سَوْءَةَsaw'atamayat
- أَخِيakhiisaudaraku
- فَأَصْبَحَfa-ashbahamaka jadilah
- مِنَminadari
- النَّادِمِينَn-naadimiinaorang-orang yang menyesal
Inti bacaan
Ironi tajam ayat ini: manusia pertama yang membunuh manusia lain justru harus belajar dari seekor burung gagak bagaimana caranya memperlakukan jasad dengan layak, kebingungan total di hadapan akibat perbuatannya sendiri. Konkretnya: penyesalan yang datang setelah kerusakan terjadi menegaskan pentingnya berpikir sebelum bertindak, kebijaksanaan yang datang terlambat tetap lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi harganya sudah dibayar mahal.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzaa' (dekat) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'ini': draf sudah tepat. Kutip 'qaala' dikonfirmasi morfologi, self-contained.
Tafsiran
Ayat ini menghadirkan pelajaran dari seekor burung gagak yang mengajarkan cara menguburkan jenazah: momen penyesalan mendalam sang pembunuh yang merasa kalah bahkan oleh seekor burung.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengutus seekor burung gagak untuk memperlihatkan cara menutupi jasad. Bukan malaikat atau utusan. Pelajaran yang paling memalukan memang datang lewat guru yang paling tidak diharapkan.
- Yang diperlihatkan bukan cara menyesal, melainkan cara menutupi jasad saudaranya. Sesuatu yang sangat praktis. Sesudah perbuatan yang tak bisa ditarik, yang tersisa cuma memperlakukan akibatnya dengan layak.
- Allah merekam ucapannya: celaka aku, apakah aku tak mampu menjadi seperti burung ini. Perbandingannya ia buat sendiri. Tidak ada yang perlu menegurnya, sebab ia sudah menemukan ukurannya sendiri di hadapan seekor burung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-'-ts, a-l-h, gh-r-b, b-h-ts, a-r-d, r-a-y, k-y-f, w-r-y, s-w-a, a-kh-w, q-w-l, '-j-z, k-w-n, m-ts-l, s-b-h, n-d-m): ba'atha diterjemahkan 'mengutus' (akar b-'-ts); saw'ah diterjemahkan 'jasad (yang memalukan bila terbuka)', makna dasar 'keburukan/aurat', di sini mayat; yuwaarii diterjemahkan 'menutupi'. gloss '(Qabil)' dibuang.