وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Dan bacakanlah kepada mereka berita dua putra Adam dengan benar, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah satu keduanya dan tidak diterima dari yang lain. Ia berkata, “Sungguh aku akan membunuhmu.” Ia berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَwa-tlu alayhim naba'a bnay aadama bi-l-haqqi idz qarrabaa qurbaanan fa-tuqubbila min ahadihimaa wa-lam yutaqabbal mina l-aakhari qaala la-aqtulannakadan bacakanlah kepada mereka berita dua putra Adam dengan benar, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah satu keduanya dan tidak diterima dari yang lain. Ia berkata, sungguh aku akan membunuhmu
  2. قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَqaala innamaa yataqabbalu llaahu mina l-muttaqiinaia berkata, sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar t-l-w, n-b-a, b-n-y, h-q-q, q-r-b, q-b-l, a-h-d, a-kh-r, q-w-l, q-t-l, a-l-h, w-q-y): bi-l-haqq diterjemahkan 'dengan benar' (akar h-q-q); qarrabaa qurbaanan diterjemahkan 'mempersembahkan kurban'. gloss '(Nabi Muhammad)/(Habil)/(Qabil)/(amal)' dibuang, nama pelaku dibiarkan terbuka sesuai teks.

Aplikasi

Penerimaan kurban ditentukan oleh takwa pelakunya, bukan oleh besar-kecilnya persembahan, dan respons terhadap penolakan itu, ancaman membunuh, mengungkap bahwa akar masalahnya bukan soal ritual, melainkan kondisi hati yang iri. Konkretnya: ketika usaha atau kontribusi seseorang tidak dihargai sebagaimana harapannya, ukuran kedewasaan adalah introspeksi, bukan menyalahkan atau menyerang pihak yang diterima, kecemburuan yang dibiarkan berujung pada kekerasan, seperti yang terjadi pada Qabil.