وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Dan bacakanlah kepada mereka berita dua putra Adam dengan benar, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah satu keduanya dan tidak diterima dari yang lain. Ia berkata, “Sungguh aku akan membunuhmu.” Ia berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَwa-tlu 'alayhim naba'a bnay aadama bi-l-haqqi idz qarrabaa qurbaanan fa-tuqubbila min ahadihimaa wa-lam yutaqabbal mina l-aakhari qaala la-aqtulannakadan bacakanlah kepada mereka berita dua putra Adam dengan benar, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah satu keduanya dan tidak diterima dari yang lain. Ia berkata, sungguh aku akan membunuhmu
- قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَqaala innamaa yataqabbalu llaahu mina l-muttaqiinaia berkata, sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (24 kata)
- وَاتْلُwa-tludan bacakanlah
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- نَبَأَnaba'aberita
- ابْنَيْbnaydua putra
- آدَمَaadamakepada Adam
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- إِذْidzketika
- قَرَّبَاqarrabaakeduanya mempersembahkan
- قُرْبَانًاqurbaanankurban
- فَتُقُبِّلَfa-tuqubbilamaka diterima
- مِنْmindari
- أَحَدِهِمَاahadihimaasalah satu keduanya
- وَلَمْwa-lamdan tidak
- يُتَقَبَّلْyutaqabbalditerima
- مِنَminadari
- الْآخَرِl-aakhariyang lain
- قَالَqaalaberkata
- لَأَقْتُلَنَّكَla-aqtulannakasungguh aku akan membunuhmu
- قَالَqaalaberkata
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- يَتَقَبَّلُyataqabbalumenerima
- اللَّهُllaahuAllah
- مِنَminadari
- الْمُتَّقِينَl-muttaqiinaorang-orang yang bertakwa
Inti bacaan
Penerimaan kurban ditentukan oleh takwa pelakunya, bukan oleh besar-kecilnya persembahan, dan respons terhadap penolakan itu, ancaman membunuh, mengungkap bahwa akar masalahnya bukan soal ritual, melainkan kondisi hati yang iri. Konkretnya: ketika usaha atau kontribusi seseorang tidak dihargai sebagaimana harapannya, ukuran kedewasaan adalah introspeksi, bukan menyalahkan atau menyerang pihak yang diterima, kecemburuan yang dibiarkan berujung pada kekerasan, seperti yang terjadi pada Qabil.
Penjelasan pilihan kata
Kisah dua putra Adam: Arab hanya 'ibnay aadama' (dua putra Adam), tanpa nama eksplisit (Qabil/Habil tidak disebut di teks Arab manapun dalam Qur'an), disiplin anti-sejarah dijaga ketat sepanjang kisah ini. 2× kutip 'qaala' dikonfirmasi morfologi, membuka rangkaian dialog lintas-ayat ke 5:28-29.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah dua putra Adam yang mempersembahkan kurban (satu diterima, satu ditolak), memicu ancaman pembunuhan dari yang ditolak, dijawab dengan penegasan bahwa penerimaan Allah hanya bagi yang bertakwa, bukan sekadar ritual.
Renungan dan Hikmah
- Kurban salah seorang diterima Allah, dan yang menyerang justru yang tidak diterima. Ia tidak memperbaiki persembahannya dan tidak bertanya mengapa; ia menyingkirkan pembandingnya. Menghapus orang yang membuat kita terlihat kurang memang jauh lebih cepat daripada memperbaiki apa yang membuat kita kurang.
- Yang diserang tidak membela diri dan tidak membalas ancaman. Ia menyebut syaratnya: Allah menerima dari orang yang bertakwa. Jawaban itu memindahkan perkaranya dari persaingan antara dua orang ke ukuran yang berlaku atas keduanya, dan di situlah pertengkaran sebenarnya bisa berhenti.
- Kedua orang itu tidak disebut namanya sepanjang kisah ini, dan terjemahan ini tidak menambahkannya. Yang tinggal cuma perbuatan mereka. Cerita tanpa nama lebih sulit dijauhkan dari diri sendiri, sebab tak ada tokoh yang bisa dijadikan tempat menaruh seluruh kesalahannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-l-w, n-b-a, b-n-y, h-q-q, q-r-b, q-b-l, a-h-d, a-kh-r, q-w-l, q-t-l, a-l-h, w-q-y): bi-l-haqq diterjemahkan 'dengan benar' (akar h-q-q); qarrabaa qurbaanan diterjemahkan 'mempersembahkan kurban'. gloss '(Nabi Muhammad)/(Habil)/(Qabil)/(amal)' dibuang, nama pelaku dibiarkan terbuka sesuai teks.