لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ
Sesungguhnya jika engkau menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَla-in basathta ilayya yadaka li-taqtulanii maa anaa bi-baasithin yadiya ilayka li-aqtulakasesungguhnya jika engkau menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu
- إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَinnii akhaafu llaaha rabba l-'aalamiinasesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (16 kata)
- لَئِنْla-insungguh jika
- بَسَطْتَbasathtaengkau mengulurkan
- إِلَيَّilayyakepadaku
- يَدَكَyadakatanganmu
- لِتَقْتُلَنِيli-taqtulaniiuntuk membunuhku
- مَاmaatidaklah
- أَنَاanaaaku
- بِبَاسِطٍbi-baasithinyang mengulurkan
- يَدِيَyadiyatanganku
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- لِأَقْتُلَكَli-aqtulakauntuk membunuhmu
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَخَافُakhaafuaku takut
- اللَّهَllaahaAllah
- رَبَّrabbaTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Respons korban terhadap ancaman pembunuhan bukan membalas dengan kekerasan setimpal, melainkan menahan diri karena takut kepada Allah, penolakan aktif untuk mengeskalasi kekerasan meski punya alasan membela diri. Konkretnya: ketika dihadapkan pada ancaman atau agresi nyata, pilihan untuk tidak membalas dengan kekerasan yang sama bukan kelemahan, melainkan bentuk keteguhan moral yang berakar pada kesadaran akan Allah, bukan pada ketidakberdayaan.
Tafsiran
Ayat ini mencatat jawaban tenang saudara yang tidak membalas ancaman pembunuhan: memilih tidak melawan karena rasa takut kepada Allah, Tuhan seisi alam.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam alasannya takut kepada Allah. Bukan takut kepadamu. Yang menahan tangannya bukan lemah, melainkan ada yang lebih ditakuti.
- Kalimatnya disusun sejajar: engkau menggerakkan, aku tidak menggerakkan. Berpasangan. Perbedaannya diletakkan pada satu kata saja.
- Allah merekam ia menyebut Tuhan seisi alam. Bukan Tuhanku. Yang ditakuti disebut dengan nama yang juga berlaku atas lawan bicaranya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.