إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

Sesungguhnya aku ingin engkau kembali dengan memikul dosaku dan dosamu, sehingga engkau menjadi termasuk penghuni api; dan itulah balasan orang-orang yang zalim.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِinnii uriidu an tabuu'a bi-itsmii wa-itsmika fa-takuuna min ashaabi n-naarisesungguhnya aku ingin engkau kembali dengan memikul dosaku dan dosamu, sehingga engkau menjadi termasuk penghuni api
  2. وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَwa-dzaalika jazaa'u zh-zhaalimiinadan itulah balasan orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  2. أُرِيدُuriiduaku menghendaki
  3. أَنْanuntuk
  4. تَبُوءَtabuu'aengkau kembali
  5. بِإِثْمِيbi-itsmiidengan dosaku
  6. وَإِثْمِكَwa-itsmikadan dosamu
  7. فَتَكُونَfa-takuunasehingga engkau menjadi
  8. مِنْmindari
  9. أَصْحَابِashaabipenghuni
  10. النَّارِn-naariapi
  11. وَذَٰلِكَwa-dzaalikadan itulah
  12. جَزَاءُjazaa'ubalasan
  13. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Ucapan korban ini paradoksal, ia justru berharap si pembunuh menanggung dosa gandanya sendiri (dosa membunuh ditambah dosa sebelumnya), bukan berharap balas dendam langsung. Konkretnya: keadilan yang sejati kadang berarti membiarkan pelaku kejahatan menanggung akibat penuh perbuatannya sendiri di hadapan Allah, tanpa korban perlu turun tangan membalas, kepercayaan bahwa pertanggungjawaban akan tetap jatuh pada pelakunya adalah bentuk kedewasaan yang membebaskan korban dari beban dendam.

Penjelasan pilihan kata

'Dzaalika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'itulah'. Menutup kutip yang dibuka di 5:27.

Tafsiran

Ayat ini menutup jawaban saudara yang tidak melawan: ia bahkan berharap agar sang pembunuh justru memikul dosa ganda (dosanya sendiri dan dosa pembunuhan), sebagai penegasan bahwa pembalasan bukan jalannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam kalimat ini keluar dari mulut orang yang sebentar lagi dibunuh. Bukan dari pihak yang menang. Ucapan yang diucapkan di ambang kehilangan segalanya jarang dipakai orang untuk menyusun kalimat setenang ini.
  • Yang ia harapkan bukan dirinya dibela, melainkan pelakunya menanggung akibat perbuatannya sendiri. Tidak ada permintaan agar tangannya dibalas. Menyerahkan perkara tanpa menghapuskan beratnya memang berbeda dari memaafkan tanpa menimbang.
  • Kalimat penutupnya menyebut itulah balasan orang-orang yang zalim, sebuah keterangan umum. Allah membiarkannya berlaku bagi siapa pun. Yang diucapkan di ujung bukan kutukan kepada satu orang, melainkan keterangan tentang sebuah pintu yang berlaku bagi semua.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-w-d, b-w-a, a-ts-m, k-w-n, s-h-b, n-w-r, j-z-y, zh-l-m): tabuu'a bi-ithmii wa ithmik diterjemahkan 'kembali memikul dosaku dan dosamu' (akar b-w-'). terjemahan lain menyisipkan banyak gloss '(kepada-Nya)/(membawa)/(karena membunuh)/(sebelum itu)', DIBUANG, teks dibiarkan ringkas.