إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

Sesungguhnya aku ingin engkau kembali dengan memikul dosaku dan dosamu, sehingga engkau menjadi termasuk penghuni api; dan itulah balasan orang-orang yang zalim.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِinnii uriidu an tabuu'a bi-itsmii wa-itsmika fa-takuuna min ashaabi n-naarisesungguhnya aku ingin engkau kembali dengan memikul dosaku dan dosamu, sehingga engkau menjadi termasuk penghuni api
  2. وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَwa-dzaalika jazaa'u zh-zhaalimiinadan itulah balasan orang-orang yang zalim
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-w-d, b-w-a, a-ts-m, k-w-n, s-h-b, n-w-r, j-z-y, zh-l-m): tabuu'a bi-ithmii wa ithmik diterjemahkan 'kembali memikul dosaku dan dosamu' (akar b-w-'). ⚠ terjemahan lain menyisipkan banyak gloss '(kepada-Nya)/(membawa)/(karena membunuh)/(sebelum itu)', DIBUANG, teks dibiarkan ringkas.

Aplikasi

Ucapan korban ini paradoksal, ia justru berharap si pembunuh menanggung dosa gandanya sendiri (dosa membunuh ditambah dosa sebelumnya), bukan berharap balas dendam langsung. Konkretnya: keadilan yang sejati kadang berarti membiarkan pelaku kejahatan menanggung akibat penuh perbuatannya sendiri di hadapan Allah, tanpa korban perlu turun tangan membalas, kepercayaan bahwa pertanggungjawaban akan tetap jatuh pada pelakunya adalah bentuk kedewasaan yang membebaskan korban dari beban dendam.