فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ
Maka Allah mengutus seekor burung gagak yang mengais di tanah untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menutupi jasad saudaranya. Ia berkata, “Celaka aku! Apakah aku tak mampu menjadi seperti burung gagak ini, lalu menutupi jasad saudaraku?” Maka ia menjadi termasuk orang-orang yang menyesal.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِfa-ba'atsa llaahu ghuraaban yabhatsu fii l-ardhi li-yuriyahu kayfa yuwaarii saw'ata akhiihimaka Allah mengutus seekor burung gagak yang mengais di tanah untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menutupi jasad saudaranya
- قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِيqaala yaa waylataa a-'ajaztu an akuuna mitsla haadzaa l-ghuraabi fa-uwaariya saw'ata akhiiia berkata, celaka aku, apakah aku tak mampu menjadi seperti burung gagak ini, lalu menutupi jasad saudaraku
- فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَfa-ashbaha mina n-naadimiinamaka ia menjadi termasuk orang-orang yang menyesal
Terjemahan per kata (26 kata)
- فَبَعَثَfa-ba'atsamaka Allah mengutus
- اللَّهُllaahuAllah
- غُرَابًاghuraabangagak
- يَبْحَثُyabhatsumenggali
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- لِيُرِيَهُli-yuriyahuagar memperlihatkan kepadanya
- كَيْفَkayfabagaimana
- يُوَارِيyuwaariimenutupi
- سَوْءَةَsaw'atamayat
- أَخِيهِakhiihisaudaranya
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- وَيْلَتَاwaylataaaduhai celaka aku
- أَعَجَزْتُa-'ajaztuapakah aku tidak mampu
- أَنْanuntuk
- أَكُونَakuunaaku menjadi
- مِثْلَmitslaseperti
- هَٰذَاhaadzaaini
- الْغُرَابِl-ghuraabigagak
- فَأُوَارِيَfa-uwaariyamaka aku menguburkan
- سَوْءَةَsaw'atamayat
- أَخِيakhiisaudaraku
- فَأَصْبَحَfa-ashbahamaka jadilah
- مِنَminadari
- النَّادِمِينَn-naadimiinaorang-orang yang menyesal
Inti bacaan
Ironi tajam ayat ini: manusia pertama yang membunuh manusia lain justru harus belajar dari seekor burung gagak bagaimana caranya memperlakukan jasad dengan layak, kebingungan total di hadapan akibat perbuatannya sendiri. Konkretnya: penyesalan yang datang setelah kerusakan terjadi menegaskan pentingnya berpikir sebelum bertindak, kebijaksanaan yang datang terlambat tetap lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi harganya sudah dibayar mahal.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzaa' (dekat) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'ini': draf sudah tepat. Kutip 'qaala' dikonfirmasi morfologi, self-contained.
Tafsiran
Ayat ini menghadirkan pelajaran dari seekor burung gagak yang mengajarkan cara menguburkan jenazah: momen penyesalan mendalam sang pembunuh yang merasa kalah bahkan oleh seekor burung.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengutus seekor burung gagak untuk memperlihatkan cara menutupi jasad. Bukan malaikat atau utusan. Pelajaran yang paling memalukan memang datang lewat guru yang paling tidak diharapkan.
- Yang diperlihatkan bukan cara menyesal, melainkan cara menutupi jasad saudaranya. Sesuatu yang sangat praktis. Sesudah perbuatan yang tak bisa ditarik, yang tersisa cuma memperlakukan akibatnya dengan layak.
- Allah merekam ucapannya: celaka aku, apakah aku tak mampu menjadi seperti burung ini. Perbandingannya ia buat sendiri. Tidak ada yang perlu menegurnya, sebab ia sudah menemukan ukurannya sendiri di hadapan seekor burung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-'-ts, a-l-h, gh-r-b, b-h-ts, a-r-d, r-a-y, k-y-f, w-r-y, s-w-a, a-kh-w, q-w-l, '-j-z, k-w-n, m-ts-l, s-b-h, n-d-m): ba'atha diterjemahkan 'mengutus' (akar b-'-ts); saw'ah diterjemahkan 'jasad (yang memalukan bila terbuka)', makna dasar 'keburukan/aurat', di sini mayat; yuwaarii diterjemahkan 'menutupi'. gloss '(Qabil)' dibuang.