يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan carilah wasilah kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kalian beruntung.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu ttaquu llaaha wa-btaghuu ilayhi l-wasiilata wa-jaahiduu fii sabiilihi la'allakum tuflihuunawahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kalian beruntung
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-m-n, w-q-y, a-l-h, b-gh-y, w-s-l, j-h-d, s-b-l, f-l-h): al-wasiilah diterjemahkan 'wasilah (sarana pendekatan)'; jaahiduu fii sabiilih diterjemahkan 'berjihadlah di jalan-Nya'; tuflihuun diterjemahkan 'beruntung' (akar f-l-h). gloss '(jalan untuk mendekatkan diri)/(berjuanglah)' dibuang.

Aplikasi

Ayat ini merangkai tiga tindakan berurutan, takwa, mencari wasilah (sarana pendekatan), dan berjihad, sebagai jalan menuju keberuntungan, bukan sekadar niat baik tanpa usaha aktif. Konkretnya: kedekatan dengan Allah tidak datang otomatis dari status atau klaim keimanan, melainkan dicari secara aktif melalui sarana dan usaha sungguh-sungguh, pendekatan spiritual yang serius membutuhkan strategi dan kerja keras, bukan hanya harapan pasif.