يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan carilah wasilah kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kalian beruntung.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu ttaquu llaaha wa-btaghuu ilayhi l-wasiilata wa-jaahiduu fii sabiilihi la'allakum tuflihuunawahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kalian beruntung

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. وَابْتَغُواwa-btaghuudan carilah kalian
  8. إِلَيْهِilayhikepada-Nya
  9. الْوَسِيلَةَl-wasiilatajalan mendekat
  10. وَجَاهِدُواwa-jaahiduudan berjihadlah kalian
  11. فِيfiidi
  12. سَبِيلِهِsabiilihijalan-Nya
  13. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  14. تُفْلِحُونَtuflihuunakalian beruntung

Inti bacaan

Ayat ini merangkai tiga tindakan berurutan, takwa, mencari wasilah (sarana pendekatan), dan berjihad, sebagai jalan menuju keberuntungan, bukan sekadar niat baik tanpa usaha aktif. Konkretnya: kedekatan dengan Allah tidak datang otomatis dari status atau klaim keimanan, melainkan dicari secara aktif melalui sarana dan usaha sungguh-sungguh, pendekatan spiritual yang serius membutuhkan strategi dan kerja keras, bukan hanya harapan pasif.

Penjelasan pilihan kata

"Wasilah" (الْوَسِيلَةَ, l-wasiilata) dipertahankan tanpa diterjemahkan; kata ini sudah menjadi kata baku bahasa Indonesia, tercatat dalam KBBI dengan makna "perantara; sarana". Kata dan bentuk kalimat yang sama ("mencari al-wasiilah kepada-Nya") muncul lagi persis di 17:57, dan diterjemahkan dengan cara yang sama di sana. Di ayat ini kata "jalan" sudah dipakai untuk kata yang berbeda tepat setelahnya ("di jalan-Nya", فِي سَبِيلِهِ, fii sabiilihi), sehingga menerjemahkan "wasilah" sebagai "jalan" di sini akan memakai kata yang sama untuk dua kata Arab yang berbeda, mengaburkan pembedaan yang dijaga teks aslinya. Kata ini juga tidak berkaitan dengan kemunculan "wasilah" yang ketiga di 5:103, yang di sana merujuk pada nama sebutan hewan ternak dalam kebiasaan lama, bukan makna "sarana mendekat" seperti di sini. "Agar kalian beruntung" (لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ, la'allakum tuflihuuna) adalah penutup yang berulang setelah seruan berbuat baik di berbagai ayat lain Al-Qur'an.

Tafsiran

Ayat ini membuka babak baru setelah rangkaian panjang tentang pembunuhan, kekerasan, dan kejahatan yang dimulai dari kisah dua putra Adam (5:27) sampai penjelasan tentang mereka yang memerangi Allah dan Rasul-Nya (5:33-34). Setelah begitu banyak gambaran tentang kehancuran, ayat ini beralih ke tiga langkah membangun secara berurutan: menjaga diri dari kesalahan, secara aktif mencari sarana mendekat kepada Allah, dan mengerahkan upaya sungguh-sungguh di jalan-Nya. Urutan ini bergerak dari sikap batin menuju tindakan aktif, sebelum berujung pada harapan keberuntungan, sebuah kontras langsung dengan nasib orang-orang yang kufur yang akan dijelaskan di dua ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Tiga perintah di ayat ini berurutan, dan urutannya bukan kebetulan: menjaga diri lebih dulu, baru mencari sarana mendekat, baru mengerahkan upaya. Allah tidak memulai dari yang paling terlihat orang. Kalau kau memeriksa mana di antara ketiganya yang paling sering kau kerjakan, apakah urutanmu sama dengan urutan yang Dia sebutkan?
  • 'Carilah wasilah kepada-Nya' memakai kata kerja yang menuntut usaha, bukan menunggu. Kedekatan dengan Allah di ayat ini bukan status yang sudah dipegang sejak awal lalu tinggal dijaga, melainkan sesuatu yang dicari. Dan mencari selalu mengandaikan satu hal yang tidak nyaman diakui: yang dicari itu belum ada di tangan.
  • Seruan ini datang tepat sesudah rangkaian panjang tentang pembunuhan dan perusakan yang dimulai dari dua putra Adam. Sesudah begitu banyak gambaran kehancuran, yang Allah tawarkan bukan keterangan tambahan tentang kejahatan, melainkan tiga langkah membangun. Perpindahan itu sendiri sebuah tanda: seruan-Nya berakhir pada 'agar kalian beruntung', bukan pada ancaman.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, w-q-y, a-l-h, b-gh-y, w-s-l, j-h-d, s-b-l, f-l-h): al-wasiilah diterjemahkan 'wasilah (sarana pendekatan)'; jaahiduu fii sabiilih diterjemahkan 'berjihadlah di jalan-Nya'; tuflihuun diterjemahkan 'beruntung' (akar f-l-h). gloss '(jalan untuk mendekatkan diri)/(berjuanglah)' dibuang.