يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

Mereka ingin keluar dari api, tetapi mereka tidak akan keluar darinya; dan bagi mereka azab yang kekal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَاyuriiduuna an yakhrujuu mina n-naari wa-maa hum bi-khaarijiina minhaamereka ingin keluar dari api, tetapi mereka tidak akan keluar darinya
  2. وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌwa-lahum 'adzaabun muqiimundan bagi mereka azab yang kekal

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. يُرِيدُونَyuriiduunamereka menghendaki
  2. أَنْanuntuk
  3. يَخْرُجُواyakhrujuumereka keluar
  4. مِنَminadari
  5. النَّارِn-naariapi
  6. وَمَاwa-maadan tidaklah
  7. هُمْhummereka
  8. بِخَارِجِينَbi-khaarijiinayang keluar
  9. مِنْهَاminhaadarinya
  10. وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
  11. عَذَابٌ'adzaabunazab
  12. مُقِيمٌmuqiimunyang kekal

Inti bacaan

Keinginan untuk keluar yang tidak pernah terkabul menggambarkan penyesalan yang datang terlalu terlambat, keinginan tanpa kemampuan mengubah keadaan lagi. Konkretnya: ini peringatan tentang pentingnya bertindak selagi masih ada kesempatan mengubah arah hidup, menunda perbaikan diri hingga saatnya sudah terlambat berisiko membuat seseorang hanya bisa berharap tanpa lagi punya kuasa untuk benar-benar berubah.

Penjelasan pilihan kata

"Api" (النَّارِ, n-naari) di sini adalah kata umum untuk api, bukan nama diri neraka yang biasa ditransliterasikan "Jahanam" di ayat-ayat lain. "Azab yang kekal" (عَذَابٌ مُقِيمٌ, 'adzaabun muqiimun) memakai kata yang berakar pada makna "tetap berdiri/menetap", menekankan sifat tidak berkesudahan dari azab tersebut.

Tafsiran

Ayat ini merinci lebih jauh "azab yang pedih" yang disebutkan di akhir ayat sebelumnya: keinginan untuk keluar yang tidak pernah terkabul. Berbeda dari kesulitan yang bisa diakhiri dengan bertahan, yang digambarkan di sini adalah keadaan yang keinginan untuk keluar darinya justru menjadi bagian dari penderitaan itu sendiri, karena keinginan itu tidak pernah bisa terwujud. Ini menutup rangkaian kontras yang dimulai di 5:35: keberuntungan bagi yang menempuh takwa dan kesungguhan, dan kebuntuan total bagi yang menolaknya.

Renungan dan Hikmah

  • Yang digambarkan ayat ini bukan sakitnya, melainkan keinginan untuk keluar yang tak pernah terwujud. Kesulitan yang bisa habis dengan bertahan punya ujung; yang ini tidak, dan justru keinginan itu sendiri yang jadi bagian dari beratnya. Allah menutup rangkaian ini dengan kebalikan langsung dari 'agar kalian beruntung' dua ayat sebelumnya.
  • Ayat ini memakai kata umum untuk api, bukan nama dirinya. Kalau dibaca cepat, pilihan itu lewat begitu saja. Tapi kata yang tidak menamai justru membuat gambarannya lebih dekat: bukan tempat jauh bernama asing, melainkan keadaan yang bisa kaubayangkan. Pernahkah kau ingin keluar dari sesuatu dan menyadari bahwa keinginan itulah yang paling menyakitkan?
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-w-d, kh-r-j, n-w-r, '-dz-b, q-w-m): yakhrujuu min an-naar diterjemahkan 'keluar dari neraka'; adhaab muqiim diterjemahkan 'azab yang kekal' (akar q-w-m: muqiim=yang menetap terus). Selaras.