أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Tidakkah engkau tahu bahwa sesungguhnya milik Allahlah kerajaan langit dan bumi? Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُa-lam ta'lam anna llaaha lahu mulku s-samaawaati wa-l-ardhi yu'adzdzibu man yasyaa'u wa-yaghfiru li-man yasyaa'utidakkah engkau tahu bahwa sesungguhnya milik Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki
  2. وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌwa-llaahu 'alaa kulli syay'in qadiirundan Allah berkuasa atas segala sesuatu

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. أَلَمْa-lamtidakkah
  2. تَعْلَمْta'lamengkau mengetahui
  3. أَنَّannabahwa
  4. اللَّهَllaahaAllah
  5. لَهُlahubaginya
  6. مُلْكُmulkukerajaan
  7. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  8. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  9. يُعَذِّبُyu'adzdzibumengazab
  10. مَنْmanorang yang
  11. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  12. وَيَغْفِرُwa-yaghfirudan Dia mengampuni
  13. لِمَنْli-manbagi siapa yang
  14. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  15. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  16. عَلَىٰ'alaaatas
  17. كُلِّkullisegala
  18. شَيْءٍsyay'insesuatu
  19. قَدِيرٌqadiirunberkuasa

Inti bacaan

Penegasan otoritas mutlak Allah atas ampunan dan siksa ditempatkan sebagai pengingat bahwa keputusan akhir bukan di tangan manusia yang menghakimi sesamanya. Konkretnya: dalam menilai orang lain, termasuk dosa dan kelayakan mereka atas ampunan, sadari batas wewenang diri sendiri, bukan berarti tidak boleh menegakkan keadilan di dunia, tetapi vonis akhir tentang nasib seseorang di sisi Allah bukan hak siapa pun untuk mengklaim dengan pasti.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan pertanyaan retoris "tidakkah engkau tahu" (أَلَمْ تَعْلَمْ, a-lam ta'lam), berbeda dari kata penyambung "maka" yang membuka ayat sebelumnya. Bentuk ini menandai ayat ini sebagai penegasan yang berdiri agak terpisah, bukan sambungan langsung dari kasus pencurian atau tobat yang baru dibahas, melainkan prinsip besar yang menaungi keduanya: kekuasaan penuh Allah untuk menyiksa atau mengampuni siapa pun yang Dia kehendaki.

Tafsiran

Setelah dua kasus konkret, hukuman pencurian dan penerimaan tobat, ayat ini menaikkan pembahasan ke tingkat prinsip: kekuasaan atas langit dan bumi sepenuhnya di tangan Allah, termasuk keputusan untuk menyiksa atau mengampuni. Ayat ini berfungsi sebagai jembatan menutup rangkaian hukum yang dimulai sejak kisah dua putra Adam (5:27), sebelum ayat berikutnya beralih total ke sapaan langsung kepada Rasul tentang kelompok lain yang berperilaku jauh dari ketulusan.

Renungan dan Hikmah

  • Sesudah dua perkara yang sangat konkret, hukuman pencurian dan penerimaan tobat, ayat ini menaikkan pandangan: kerajaan langit dan bumi milik Allah, dan keputusan menyiksa atau mengampuni ada pada-Nya. Letaknya bukan kebetulan. Ia datang tepat setelah pembaca selesai menilai orang lain. Ketika kau memutuskan siapa yang pantas diampuni, sedang duduk di kursi siapa kau saat itu?
  • Ayat ini menutup rangkaian panjang yang dibuka kisah dua putra Adam. Yang mengikatnya dari awal sampai akhir bukan daftar hukuman, melainkan satu hal yang berulang: keputusan terakhir tidak pernah berpindah tangan. Allah menyebut kekuasaan-Nya justru di titik pembaca paling mudah lupa bahwa ia bukan pemiliknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'ghafara' tanpa kata sandang al-. ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').