Ayat 5:41

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا ۛ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا ۚ وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Wahai Rasul, janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekufuran, yaitu orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman, dan juga dari orang-orang Yahudi. Mereka sangat suka mendengar kebohongan, sangat suka mendengar perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah firman-firman dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, “Jika ini diberikan kepada kalian, terimalah; dan jika kalian tidak diberi ini, berhati-hatilah.” Dan siapa yang dikehendaki Allah cobaannya, maka engkau sama sekali tidak akan mampu menolongnya sedikit pun dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Bagi mereka di dunia ada kehinaan, dan bagi mereka di akhirat ada azab yang besar.

Terjemahan bertahap (9 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْyaa ayyuhaa r-rasuulu laa yahzunka lladziina yusaari'uuna fii l-kufri mina lladziina qaaluu aamannaa bi-afwaahihim wa-lam tu'min quluubuhumwahai Rasul, janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekufuran, yaitu orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka, kami telah beriman, padahal hati mereka belum beriman
  2. وَمِنَ الَّذِينَ هَادُواwa-mina lladziina haaduudan juga dari orang-orang Yahudi
  3. سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَsammaa'uuna li-l-kadzibi sammaa'uuna li-qawmin aakhariina lam ya'tuukamereka sangat suka mendengar kebohongan, sangat suka mendengar perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu
  4. يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِyuharrifuuna l-kalima min ba'di mawaadhi'ihimereka mengubah firman-firman dari tempat-tempatnya
  5. يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُواyaquuluuna in uutiitum haadzaa fa-khudzuuhu wa-in lam tu'tawhu fa-hdzaruumereka berkata, jika ini diberikan kepada kalian, terimalah, dan jika kalian tidak diberi ini, berhati-hatilah
  6. وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًاwa-man yuridi llaahu fitnatahu fa-lan tamlika lahu mina llaahi syay'andan siapa yang dikehendaki Allah cobaannya, maka engkau sama sekali tidak akan mampu menolongnya sedikit pun dari Allah
  7. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْulaa'ika lladziina lam yuridi llaahu an yuthahhira quluubahummereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka
  8. لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌlahum fii d-dunyaa khizyunbagi mereka di dunia ada kehinaan
  9. وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌwa-lahum fii l-aakhirati 'adzaabun 'azhiimundan bagi mereka di akhirat ada azab yang besar

Terjemahan per kata (68 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الرَّسُولُr-rasuuluRasul
  4. لَاlaajanganlah
  5. يَحْزُنْكَyahzunkamenyedihkanmu
  6. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  7. يُسَارِعُونَyusaari'uunamereka bersegera
  8. فِيfiidalam
  9. الْكُفْرِl-kufrikekufuran
  10. مِنَminadari
  11. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  12. قَالُواqaaluumereka berkata
  13. آمَنَّاaamannaakami beriman
  14. بِأَفْوَاهِهِمْbi-afwaahihimdengan mulut mereka
  15. وَلَمْwa-lamdan tidak
  16. تُؤْمِنْtu'minberiman
  17. قُلُوبُهُمْquluubuhumhati mereka
  18. وَمِنَwa-minadan dari
  19. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  20. هَادُواhaaduumenjadi Yahudi
  21. سَمَّاعُونَsammaa'uunasuka mendengarkan
  22. لِلْكَذِبِli-l-kadzibiterhadap kebohongan
  23. سَمَّاعُونَsammaa'uunasuka mendengarkan
  24. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  25. آخَرِينَaakhariinayang lain
  26. لَمْlamtidak
  27. يَأْتُوكَya'tuukamereka mendatangimu
  28. يُحَرِّفُونَyuharrifuunamengubah
  29. الْكَلِمَl-kalimaperkataan
  30. مِنْmindari
  31. بَعْدِba'disesudah
  32. مَوَاضِعِهِmawaadhi'ihitempat-tempatnya
  33. يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
  34. إِنْinjika
  35. أُوتِيتُمْuutiitumkalian diberi
  36. هَٰذَاhaadzaaini
  37. فَخُذُوهُfa-khudzuuhumaka ambillah dia
  38. وَإِنْwa-indan jika
  39. لَمْlamtidak
  40. تُؤْتَوْهُtu'tawhukalian diberinya
  41. فَاحْذَرُواfa-hdzaruumaka waspadalah kalian
  42. وَمَنْwa-mandan orang yang
  43. يُرِدِyuridimenghendaki
  44. اللَّهُllaahuAllah
  45. فِتْنَتَهُfitnatahufitnahnya
  46. فَلَنْfa-lanmaka tidak akan
  47. تَمْلِكَtamlikaengkau memiliki
  48. لَهُlahubaginya
  49. مِنَminadari
  50. اللَّهِllaahiAllah
  51. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  52. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  53. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  54. لَمْlamtidak
  55. يُرِدِyuridimenghendaki
  56. اللَّهُllaahuAllah
  57. أَنْanuntuk
  58. يُطَهِّرَyuthahhiramenyucikan
  59. قُلُوبَهُمْquluubahumhati mereka
  60. لَهُمْlahumbagi mereka
  61. فِيfiidi
  62. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  63. خِزْيٌkhizyunkehinaan
  64. وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
  65. فِيfiidi
  66. الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
  67. عَذَابٌ'adzaabunazab
  68. عَظِيمٌ'azhiimunyang agung

Inti bacaan

Larangan Rasul untuk bersedih atas orang-orang yang 'mengatakan dengan mulut, Kami telah beriman, padahal hati mereka belum beriman' menandai jarak antara ucapan dan hati sebagai persoalan nyata, bukan tuduhan tanpa dasar. Konkretnya: jangan menaruh beban emosional berlebihan pada penolakan atau kemunafikan orang lain terhadap kebenaran yang disampaikan dengan tulus, sebagian orang memang memilih memutarbalikkan kebenaran demi kepentingan sendiri, dan kesedihan berkepanjangan atas pilihan mereka bukan tanggung jawab yang harus dipikul pembawa pesan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini membuka bagian baru dengan sapaan langsung "wahai Rasul" (يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ, yaa ayyuhaa r-rasuulu), berbeda dari tiga ayat sebelumnya yang tidak memakai sapaan semacam ini. Dua kelompok disebut: mereka yang "mengatakan dengan mulut mereka, kami telah beriman, padahal hati mereka belum beriman" (قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ, qaaluu aamannaa bi-afwaahihim wa-lam tu'min quluubuhum), dan "orang-orang Yahudi" (الَّذِينَ هَادُوا, lladziina haaduu). Frasa "mengubah firman-firman dari tempat-tempatnya" (يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ, yuharrifuuna l-kalima min ba'di mawaadhi'ihi) muncul dengan susunan yang hampir sama persis di 4:46, yang juga menyebut kelompok yang sama. "Cobaannya" (فِتْنَتَهُ, fitnatahu) diterjemahkan konsisten dengan pola yang jauh lebih umum di seluruh Al-Qur'an, di mana kata dari akar yang sama diterjemahkan "cobaan" (seperti di 21:35, 29:10, 64:15). Ayat ini kemudian menegaskan bahwa "Allah tidak hendak menyucikan hati mereka" (لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ, lam yuridi llaahu an yuthahhira quluubahum): cobaan di sini bukan kesempatan untuk berubah, melainkan cara hati yang sudah tertutup itu tersingkap apa adanya.

Kalimat pembuka ayat ini bukan kalimat baru. "Janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekufuran" (يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ, yahzunka lladziina yusaari'uuna fii l-kufri) muncul persis dua kali di seluruh Al-Qur'an, di sini dan di 3:176. Dua-duanya menghibur orang yang sama menghadapi pemandangan yang sama, dan dua-duanya mendahulukan hati sang penerima wahyu sebelum membahas perbuatan orang yang membuatnya sedih.

Kata kerja "bersegera" (يُسَارِعُونَ, yusaari'uuna) sendiri muncul di tujuh ayat, dan sebarannya menarik justru karena tidak berat sebelah. Tiga kali ia dipakai untuk kebaikan: orang yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan (3:114), keluarga Zakariya yang bersegera dalam kebaikan (21:90), dan mereka yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan lalu mendahului memperolehnya (23:61). Empat kali ia dipakai untuk keburukan: bersegera dalam kekufuran (3:176 dan ayat ini), bersegera mendekat kepada pihak yang salah (5:52), dan bersegera dalam dosa dan permusuhan (5:62). Kata ini tidak menyimpan penilaian di dalam dirinya. Ia cuma menyatakan kecepatan, dan arah tujuanlah yang menentukan namanya.

Ada satu kata yang diulang di dalam ayat ini sendiri. "Sangat suka mendengar" (سَمَّاعُونَ, sammaa'uuna) disebut dua kali berturut-turut, sekali untuk kebohongan dan sekali untuk kaum lain yang belum pernah datang. Bentuknya bentuk yang menyangatkan, jadi ia tidak berarti "yang mendengar" melainkan "yang gemar mendengar", sebuah kebiasaan, bukan satu peristiwa. Di seluruh Al-Qur'an kata ini cuma ada di tiga ayat, yaitu 5:41, 5:42, dan 9:47, dan 5:41 sendiri memakainya dua kali.

Perbuatan yang disebut sesudahnya juga punya sebaran yang rapat. "Mereka mengubah firman-firman" (يُحَرِّفُونَ, yuharrifuuna) ada di empat ayat: 2:75, 4:46, 5:13, dan ayat ini. Keempatnya menggambarkan kelompok yang sama, dan tiga di antaranya berada di dua surah yang paling panjang membicarakan hubungan dengan Ahli Kitab. Penutupnya memakai kata "kehinaan" (خِزْيٌ, khizyun) yang muncul di lima ayat (2:85, 2:114, 5:33, 5:41, 22:9), dan di semua tempat itu ia selalu berpasangan dengan azab akhirat, tidak pernah berdiri sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menghibur Rasul menghadapi dua kelompok yang berbeda namun sama-sama tidak tulus: mereka yang mengaku beriman hanya dengan lisan, dan sebagian orang Yahudi yang gemar mendengarkan kebohongan serta mengubah makna firman dari tempatnya, sebuah perilaku yang juga digambarkan di 4:46 dengan kata-kata yang hampir sama. Kebiasaan mencari putusan yang menguntungkan, mengambil jawaban yang disukai dan mewaspadai yang tidak disukai, menunjukkan bahwa mereka tidak benar-benar mencari kebenaran, melainkan konfirmasi atas apa yang sudah mereka putuskan sendiri. Penutup ayat ini berat: cobaan yang Allah kehendaki bagi mereka bukan ujian yang bisa mereka lalui menuju perbaikan, melainkan penyingkap keadaan hati yang memang tidak Allah kehendaki untuk disucikan, sebuah pengingat bahwa tugas Rasul menyampaikan, bukan memaksa hati orang lain untuk percaya.

Perhatikan urutan yang dipilih ayat ini. Ia mulai dari kesedihan Rasul, baru sesudah itu menerangkan siapa yang membuatnya sedih, apa kebiasaan mereka, dan apa akibatnya. Sebuah keterangan tentang lawan biasanya disusun terbalik: siapa mereka dulu, apa bahayanya, baru bagaimana menyikapinya. Susunan di sini menempatkan hati lebih dulu, seolah keadaan batin pembawa pesan adalah perkara yang tidak boleh menunggu selesai dulu urusan yang lain.

Bagian tengah ayat memperlihatkan sesuatu yang lebih halus daripada kebohongan biasa. Orang yang datang membawa perkara dengan pesan "kalau putusannya begini terimalah, kalau tidak berhati-hatilah" sebenarnya tidak sedang mencari putusan. Ia sedang mencari cap. Yang dicari bukan kebenaran melainkan persetujuan atas kesimpulan yang sudah jadi, dan lembaga yang dimintai persetujuan itu dipakai sebagai alat, bukan sebagai hakim. Kebiasaan ini masih sangat mudah dikenali di zaman mana pun, dan yang membuatnya sukar dilawan adalah bentuknya yang tampak sopan.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah pertama di ayat ini bukan tentang apa yang harus dilakukan terhadap mereka, melainkan tentang kesedihan Rasul sendiri: 'janganlah engkau disedihkan'. Sebelum satu kata pun tentang tindakan, Allah mengurus hati orang yang membawa pesan. Pengkhianatan memang melukai pembawa pesan lebih dalam daripada menghambat pesannya, dan Yang mengutus tahu urutan itu.
  • Kalimat mereka terdengar wajar sampai didengar sekali lagi: 'jika ini diberikan kepada kalian, terimalah; dan jika kalian tidak diberi ini, berhati-hatilah'. Mereka datang menanyakan putusan dengan jawabannya sudah dipilih lebih dulu, dan bertanya hanya untuk mendapat cap. Ketika kau meminta pendapat kepada seseorang, sudah berapa lama sebenarnya kau tahu jawaban mana yang akan kauambil?
  • 'Mengatakan dengan mulut mereka' terdengar berlebihan, sebab dengan apa lagi orang mengatakan sesuatu. Justru kelebihan itu maksudnya: Allah menyebut organnya karena di situlah ucapan itu berhenti. Ia tidak meneruskan perjalanannya ke hati. Ada ucapan yang menempuh seluruh jarak dari dalam, dan ada yang lahir persis di bibir lalu selesai di sana, dan dari luar keduanya terdengar sama.
  • Allah memberitahu Rasul-Nya sendiri sebuah batas: 'engkau sama sekali tidak akan mampu menolongnya sedikit pun dari Allah'. Kalimat itu menghibur dan membatasi dalam satu tarikan napas. Kalau orang yang paling berhak merasa bertanggung jawab atas hati orang lain pun diberi tahu bahwa hati itu bukan wilayahnya, maka beban yang selama ini kaupikul atas pilihan orang lain kemungkinan besar memang bukan titipan untukmu.
  • Kata kerja "bersegera" di ayat ini muncul di tujuh ayat Al-Qur'an, dan pemakaiannya terbelah hampir rata. Tiga kali untuk kebaikan (3:114, 21:90, 23:61) dan empat kali untuk keburukan (3:176, 5:41, 5:52, 5:62). Jadi apa sebenarnya yang dinilai Allah, kecepatannya atau arahnya? Kata itu sendiri tidak menyimpan penilaian apa pun; ia cuma menyatakan bahwa seseorang tidak menunda. Kesungguhan, kegesitan, dan semangat tinggi sering dianggap kebaikan pada dirinya sendiri, padahal sebaran kata ini menunjukkan yang sebaliknya. Sifat yang sama persis bisa mengantar orang ke tempat yang berlawanan, dan yang menentukan namanya adalah tujuan, bukan tenaganya.
  • Ayat ini menyebut mereka "sangat suka mendengar" (سَمَّاعُونَ) dua kali berturut-turut, sekali untuk kebohongan dan sekali untuk kaum lain yang belum pernah datang. Bentuk katanya bentuk yang menyangatkan, jadi yang disebut bukan perbuatan mendengar melainkan kegemaran mendengar, sesuatu yang sudah jadi watak. Di seluruh Al-Qur'an kata ini cuma ada di tiga ayat (5:41, 5:42, 9:47), dan dua di antaranya berdampingan di surah ini. Mendengar terasa seperti perbuatan yang paling tidak berbahaya, sebab ia tidak mengubah apa pun di luar diri. Allah menempatkannya sebagai sifat justru karena telinga yang dipilih dengan sengaja pada akhirnya memilih juga apa yang dipercaya.

Ayat 5:42

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Mereka sangat suka mendengar kebohongan, banyak memakan yang haram. Maka, jika mereka datang kepadamu, berilah putusan di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka. Dan jika engkau berpaling dari mereka, mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Dan jika engkau memutuskan, putuskanlah di antara mereka dengan adil. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِsammaa'uuna li-l-kadzibi akkaaluuna li-s-suhtimereka sangat suka mendengar kebohongan, banyak memakan yang haram
  2. فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْfa-in jaa'uuka fa-hkum baynahum aw a'ridh 'anhummaka, jika mereka datang kepadamu, berilah putusan di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka
  3. وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًاwa-in tu'ridh 'anhum fa-lan yadhurruuka syay'andan jika engkau berpaling dari mereka, mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun
  4. وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِwa-in hakamta fa-hkum baynahum bi-l-qisthidan jika engkau memutuskan, putuskanlah di antara mereka dengan adil
  5. إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَinna llaaha yuhibbu l-muqsithiinasesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. سَمَّاعُونَsammaa'uunasuka mendengarkan
  2. لِلْكَذِبِli-l-kadzibiterhadap kebohongan
  3. أَكَّالُونَakkaaluunapemakan
  4. لِلسُّحْتِli-s-suhtiterhadap yang haram
  5. فَإِنْfa-inmaka jika
  6. جَاءُوكَjaa'uukamereka mendatangimu
  7. فَاحْكُمْfa-hkummaka putuskanlah
  8. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  9. أَوْawatau
  10. أَعْرِضْa'ridhberpalinglah
  11. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  12. وَإِنْwa-indan jika
  13. تُعْرِضْtu'ridhengkau berpaling
  14. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  15. فَلَنْfa-lanmaka tidak akan
  16. يَضُرُّوكَyadhurruukamereka memberi mudarat kepadamu
  17. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  18. وَإِنْwa-indan jika
  19. حَكَمْتَhakamtaengkau memutuskan
  20. فَاحْكُمْfa-hkummaka putuskanlah
  21. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  22. بِالْقِسْطِbi-l-qisthidengan keadilan
  23. إِنَّinnasesungguhnya
  24. اللَّهَllaahaAllah
  25. يُحِبُّyuhibbumencintai
  26. الْمُقْسِطِينَl-muqsithiinaorang-orang yang berlaku adil

Inti bacaan

Kebebasan yang diberikan kepada Nabi untuk memutuskan perkara atau menolak sama sekali menunjukkan bahwa keterlibatan dalam sengketa orang lain bersifat pilihan, tetapi begitu terlibat, syaratnya mutlak: adil. Konkretnya: seseorang tidak wajib menjadi penengah setiap konflik yang diminta orang lain, tetapi begitu memutuskan untuk terlibat memutuskan sesuatu, standar keadilan tidak boleh ditawar, memihak karena kedekatan atau tekanan membatalkan keabsahan keterlibatan itu sejak awal.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini melanjutkan langsung dari 5:41 tanpa mengulang subjek: baik "mereka sangat suka mendengar kebohongan" (سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ, sammaa'uuna li-l-kadzibi) maupun "banyak memakan yang haram" (أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ, akkaaluuna li-s-suhti) memakai bentuk kata benda yang menandai kebiasaan berulang, bukan tindakan satu kali. Ayat ini memberi dua pilihan eksplisit kepada Rasul, "berilah putusan di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka" (فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ, fa-hkum baynahum aw a'ridh 'anhum), sebelum menegaskan bahwa jika ia memilih memutuskan, keputusan itu harus adil.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan gambaran kelompok yang sama dari 5:41 dengan menambahkan satu ciri baru, kebiasaan memakan yang haram, sebelum beralih ke instruksi praktis bagi Rasul. Pilihan yang diberikan, memutuskan perkara mereka atau menolak sama sekali, menunjukkan bahwa Rasul tidak berkewajiban melayani setiap permintaan dari kelompok yang telah digambarkan tidak tulus di ayat sebelumnya. Namun begitu ia memilih memutuskan, syaratnya mutlak: keadilan, terlepas dari siapa pun yang berperkara di hadapannya.

Renungan dan Hikmah

  • Dua pilihan diberikan, dan keduanya sah: memutuskan perkara mereka, atau berpaling sama sekali. Yang tidak ditawarkan pilihan ketiga, yaitu memutuskan dengan berat sebelah. Allah membebaskanmu dari kewajiban terlibat, lalu mengunci syaratnya begitu kau memilih terlibat. Adakah perkara yang selama ini kau masuki setengah hati, padahal berpaling sejak awal justru lebih jujur?
  • Kelompok yang dibicarakan baru saja digambarkan tidak tulus, dan syarat adil itu tetap mutlak berlaku atas mereka. Di sini keadilan tidak diukur dari kelayakan orang yang menerimanya. Allah menautkannya pada yang memutuskan, bukan pada yang diputuskan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).