وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرَاةُ فِيهَا حُكْمُ اللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ
Bagaimana mereka menjadikanmu sebagai hakim, padahal mereka memiliki Taurat yang di dalamnya ada putusan Allah, kemudian mereka berpaling setelah itu? Dan mereka itu sama sekali bukan orang-orang mukmin.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرَاةُ فِيهَا حُكْمُ اللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَwa-kayfa yuhakkimuunaka wa-'indahumu t-tawraatu fiihaa hukmu llaahi tsumma yatawallawna min ba'di dzaalikabagaimana mereka menjadikanmu sebagai hakim, padahal mereka memiliki Taurat yang di dalamnya ada putusan Allah, kemudian mereka berpaling setelah itu
- وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَwa-maa ulaa'ika bi-l-mu'miniinadan mereka itu sama sekali bukan orang-orang mukmin
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَكَيْفَwa-kayfadan bagaimana
- يُحَكِّمُونَكَyuhakkimuunakamereka menjadikanmu hakim
- وَعِنْدَهُمُwa-'indahumudan di sisi mereka
- التَّوْرَاةُt-tawraatuTaurat
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- حُكْمُhukmuputusan
- اللَّهِllaahiAllah
- ثُمَّtsummakemudian
- يَتَوَلَّوْنَyatawallawnamereka berpaling
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- بِالْمُؤْمِنِينَbi-l-mu'miniinapada orang-orang beriman
Inti bacaan
Kontradiksi yang disorot: mereka memiliki kitab suci sendiri berisi ketentuan Allah, namun mencari putusan dari pihak luar hanya untuk mengabaikannya lagi begitu putusan itu keluar, mencari otoritas bukan untuk ditaati, melainkan sebagai formalitas. Konkretnya: waspadai pola meminta nasihat atau putusan pihak lain hanya untuk validasi, lalu mengabaikannya begitu hasilnya tidak sesuai keinginan, ini tanda ketidakjujuran mencari kebenaran, bukan benar-benar berniat tunduk pada keputusan yang adil.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini melanjutkan pertanyaan retoris tentang kelompok yang sama dari 5:41-42: bagaimana mungkin mereka meminta Rasul memutuskan perkara, padahal mereka sendiri memiliki Taurat berisi putusan Allah, lalu berpaling darinya? Penutup ayat, "mereka itu sama sekali bukan orang-orang mukmin" (وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ, wa-maa ulaa'ika bi-l-mu'miniina), memakai susunan penegasan yang sama persis dengan 2:8, ayat yang menggambarkan orang-orang yang mengaku beriman dengan mulut namun sebenarnya tidak, tema yang sudah dibuka di 5:41.
Tafsiran
Ayat ini mempertajam ironi yang sudah dibuka di 5:41-42: kelompok yang datang meminta putusan kepada Rasul sebenarnya memiliki kitab suci mereka sendiri yang berisi putusan Allah, tetapi memilih berpaling darinya. Kesamaan susunan kalimat dengan 2:8 memperkuat gambaran ini: sebagaimana orang yang mengaku beriman dengan mulut namun hatinya menolak, kelompok ini mengaku mencari keadilan namun menolak keadilan yang sudah tersedia di tangan mereka sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Ironinya terletak di satu kalimat: mereka datang meminta putusan padahal kitab yang berisi putusan Allah ada di tangan mereka sendiri. Yang dicari bukan jawaban, melainkan jawaban yang cocok. Pernahkah kau meminta nasihat pada orang kesekian, bukan karena yang pertama belum menjawab, melainkan karena jawabannya belum kausukai?
- Susunan kalimatnya mengulang pola yang dipakai untuk mereka yang mengaku beriman dengan mulut. Keduanya sama bentuknya: meminta sesuatu yang sebenarnya tak hendak diikuti. Allah menutup ayat ini bukan dengan hukuman, melainkan dengan penilaian tentang siapa mereka sebenarnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).