وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ
Dan hendaklah engkau memutuskan di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka, dan waspadalah terhadap mereka agar mereka tidak memperdayakanmu untuk meninggalkan sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Maka jika mereka berpaling, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah hendak menimpakan musibah kepada mereka karena sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya banyak dari manusia benar-benar orang-orang fasik.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَwa-ani hkum baynahum bi-maa anzala llaahu wa-laa tattabi' ahwaa'ahum wa-hdzarhum an yaftinuuka 'an ba'dhi maa anzala llaahu ilaykadan hendaklah engkau memutuskan di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka, dan waspadalah terhadap mereka agar mereka tidak memperdayakanmu untuk meninggalkan sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu
- فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْfa-in tawallaw fa-'lam annamaa yuriidu llaahu an yushiibahum bi-ba'dhi dzunuubihimmaka jika mereka berpaling, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah hendak menimpakan musibah kepada mereka karena sebagian dosa-dosa mereka
- وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَwa-inna katsiiran mina n-naasi la-faasiquunadan sesungguhnya banyak dari manusia benar-benar orang-orang fasik
Terjemahan per kata (33 kata)
- وَأَنِwa-anidan yaitu
- احْكُمْhkumputuskanlah
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- بِمَاbi-maamenurut apa yang
- أَنْزَلَanzalamenurunkan
- اللَّهُllaahuAllah
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَتَّبِعْtattabi'engkau mengikuti
- أَهْوَاءَهُمْahwaa'ahumkeinginan mereka
- وَاحْذَرْهُمْwa-hdzarhumdan waspadalah terhadap mereka
- أَنْanbahwa
- يَفْتِنُوكَyaftinuukamereka memalingkanmu
- عَنْ'andari
- بَعْضِba'dhisebagian
- مَاmaaapa yang
- أَنْزَلَanzalamenurunkan
- اللَّهُllaahuAllah
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- فَإِنْfa-inmaka jika
- تَوَلَّوْاtawallawmereka berpaling
- فَاعْلَمْfa-'lammaka ketahuilah
- أَنَّمَاannamaabahwa hanyalah
- يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- أَنْanuntuk
- يُصِيبَهُمْyushiibahummenimpa mereka
- بِبَعْضِbi-ba'dhidengan sebagian
- ذُنُوبِهِمْdzunuubihimdosa-dosa mereka
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- كَثِيرًاkatsiiranbanyak
- مِنَminadari
- النَّاسِn-naasimanusia
- لَفَاسِقُونَla-faasiquunabenar-benar orang-orang fasik
Inti bacaan
Peringatan agar waspada supaya tidak 'diperdaya untuk meninggalkan sebagian apa yang telah diturunkan' mengakui bahwa tekanan untuk mengorbankan sebagian prinsip demi kompromi itu nyata dan terus-menerus, bukan godaan sesekali. Konkretnya: dalam memegang suatu prinsip atau standar, waspadai kompromi bertahap yang tampak kecil dan masuk akal satu per satu, sebagian yang dikorbankan hari ini membuka jalan bagi pengorbanan yang lebih besar esok, karena tekanan itu bekerja secara akumulatif, bukan sekali serangan besar.
Penjelasan pilihan kata
"Memperdayakanmu" (يَفْتِنُوكَ, yaftinuuka) memakai akar kata yang sama dengan kata "cobaan" di 5:41, tetapi dalam bentuk kata kerja yang berbeda, di sini berarti tindakan aktif menggoda atau menyesatkan seseorang, bukan keadaan yang dikehendaki menimpa seseorang seperti di 5:41. Ayat ini melanjutkan perintah yang sama seperti 5:48, "dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka" (وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ, wa-laa tattabi' ahwaa'ahum), diulang persis kata demi kata.
Tafsiran
Ayat ini mengulang perintah dari 5:48 dengan penekanan baru: kewaspadaan terhadap upaya aktif memperdayakan Rasul agar meninggalkan sebagian wahyu. Kesamaan akar kata dengan "cobaan" di 5:41 bukan kebetulan tanpa makna, kedua ayat sama-sama berbicara tentang kelompok yang berusaha memengaruhi arah keputusan Rasul, meski satu menyoroti keadaan hati yang tertutup dan yang lain menyoroti upaya aktif menggoda. Penutup ayat, bahwa penolakan mereka adalah akibat dosa mereka sendiri, menegaskan lagi bahwa tanggung jawab kesesatan berada di tangan yang menolak, bukan pada Rasul yang menyampaikan.
Renungan dan Hikmah
- Peringatannya bukan tentang penolakan besar-besaran, melainkan tentang 'sebagian'. Yang ditawarkan tekanan biasanya memang begitu: bukan meninggalkan seluruhnya, cukup satu bagian yang paling merepotkan. Allah menyebut bentuk itu secara khusus, sebab ia jauh lebih mudah diterima daripada penolakan terbuka. Bagian mana yang paling sering ditawar orang darimu?
- Kata yang dipakai menandai upaya aktif memperdaya, bukan godaan yang datang sendiri. Akarnya sama dengan 'cobaan' beberapa ayat sebelumnya, dan keduanya berbicara tentang pihak yang berusaha membelokkan arah keputusan. Karena itu perintahnya bukan 'jangan tergoda' melainkan 'waspadalah', yakni sikap yang menuntut kesiagaan terus-menerus, bukan penolakan sesekali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).