أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah putusan jahiliah yang mereka kehendaki? Dan siapakah yang lebih baik putusannya daripada Allah bagi kaum yang meyakini?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَa-fa-hukma l-jaahiliyyati yabghuunaapakah putusan jahiliah yang mereka kehendaki
  2. وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَwa-man ahsanu mina llaahi hukman li-qawmin yuuqinuunadan siapakah yang lebih baik putusannya daripada Allah bagi kaum yang meyakini
Catatan pilihan kata (ringkas)

a-fa-hukma l-jaahiliyyati yabghuun, 'hukum jahiliah'; hukm passthrough; ayat retoris kunci akar ini. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga rendering). Lih.. sebagian penerjemah: 'Is it the judgment of ignorance they seek? Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).

Aplikasi

Pertanyaan retoris 'putusan jahiliah yang mereka kehendaki?' membingkai kembalinya pada standar moral pra-kebenaran sebagai kemunduran yang disengaja, bukan sekadar pilihan netral di antara banyak opsi. Konkretnya: ketika seseorang atau masyarakat mulai melonggarkan standar keadilan demi kenyamanan sosial atau tradisi lama, kenali itu sebagai kemunduran, bukan kemajuan, pertanyaan yang layak diajukan pada diri sendiri adalah, standar siapa yang sedang diikuti ketika mengabaikan yang sudah diketahui lebih baik.