يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung; sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain; dan siapa di antara kalian yang menjadikan mereka pelindung, maka sesungguhnya ia termasuk mereka; sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa tattakhidzuu l-yahuuda wa-n-nasaaraa awliyaa'awahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung
- بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍba'duhum awliyaa'u ba'dinsebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain
- وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْwa-man yatawallahum minkum fa-innahu minhumdan siapa di antara kalian yang menjadikan mereka pelindung, maka sesungguhnya ia termasuk mereka
- إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَinna llaaha laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiinasesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-m-n, a-kh-dz, n-s-r, w-l-y, b-'-d, a-l-h, h-d-y, q-w-m, zh-l-m): awliyaa' diterjemahkan 'wali (pelindung-yang-diikuti)', akar w-l-y (putaran WLY); yatawalla diterjemahkan 'menjadikan wali'. terjemahan lain 'teman setia'; terjemahan ini 'wali' (makna akar: kedekatan+kepemimpinan). gloss '(-mu)' dibuang.
Aplikasi
Ayat ini soal aliansi struktural, 'wali' sebagai pelindung yang diikuti loyalitasnya, bukan larangan hubungan personal atau muamalah biasa dengan pemeluk agama lain, pembelaan terjemahan ini membedakan 'wali' dari sekadar 'teman'. Konkretnya: bedakan antara berteman baik, bertetangga, atau berbisnis dengan siapa pun lintas keyakinan dengan menyerahkan loyalitas dan arah hidup sepenuhnya kepada pihak yang agendanya bertentangan dengan prinsip yang dipegang, soal wali adalah soal ke mana kesetiaan utama diarahkan, bukan soal siapa teman bicara sehari-hari.