يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung; sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain; dan siapa di antara kalian yang menjadikan mereka pelindung, maka sesungguhnya ia termasuk mereka; sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa tattakhidzuu l-yahuuda wa-n-nashaaraa awliyaa'awahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung
  2. بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍba'dhuhum awliyaa'u ba'dhinsebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain
  3. وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْwa-man yatawallahum minkum fa-innahu minhumdan siapa di antara kalian yang menjadikan mereka pelindung, maka sesungguhnya ia termasuk mereka
  4. إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَinna llaaha laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiinasesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. لَاlaajanganlah
  6. تَتَّخِذُواtattakhidzuukalian mengambil
  7. الْيَهُودَl-yahuudaorang-orang Yahudi
  8. وَالنَّصَارَىٰwa-n-nashaaraadan orang-orang Nasrani
  9. أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
  10. بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
  11. أَوْلِيَاءُawliyaa'upara pelindung
  12. بَعْضٍba'dhinsebagian
  13. وَمَنْwa-mandan orang yang
  14. يَتَوَلَّهُمْyatawallahummenjadikan mereka pelindung
  15. مِنْكُمْminkumdari kalian
  16. فَإِنَّهُfa-innahumaka sesungguhnya dia
  17. مِنْهُمْminhumdari mereka
  18. إِنَّinnasesungguhnya
  19. اللَّهَllaahaAllah
  20. لَاlaajanganlah
  21. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  22. الْقَوْمَl-qawmakaum
  23. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Ayat ini soal aliansi struktural, 'wali' sebagai pelindung yang diikuti loyalitasnya, bukan larangan hubungan personal atau muamalah biasa dengan pemeluk agama lain, pembelaan terjemahan ini membedakan 'wali' dari sekadar 'teman'. Konkretnya: bedakan antara berteman baik, bertetangga, atau berbisnis dengan siapa pun lintas keyakinan dengan menyerahkan loyalitas dan arah hidup sepenuhnya kepada pihak yang agendanya bertentangan dengan prinsip yang dipegang, soal wali adalah soal ke mana kesetiaan utama diarahkan, bukan soal siapa teman bicara sehari-hari.

Penjelasan pilihan kata

"Pelindung" (أَوْلِيَاءَ, awliyaa'a) di sini memakai kata yang sama dengan rumus larangan serupa di enam tempat lain Al-Qur'an (18:50, 60:1, 4:89, 4:144, 5:57, 9:23), yang secara konsisten berbicara tentang aliansi atau keberpihakan, bukan hubungan spiritual. Kata ini diterjemahkan "pelindung" di sini, bukan ditransliterasikan sebagai "wali", agar tidak tercampur dengan makna wali dalam pengertian tokoh suci atau pembimbing spiritual yang lazim dipakai dalam bahasa Indonesia sehari-hari, sebuah makna yang tidak terkandung dalam kata Arabnya di sini.

Tafsiran

Ayat ini melarang keberpihakan yang menempatkan kelompok luar di atas ikatan sesama orang beriman, bukan larangan hubungan sosial atau kebaikan secara umum. Peringatan "siapa yang menjadikan mereka pelindung, maka ia termasuk mereka" menegaskan bahwa yang dipersoalkan adalah soal keberpihakan dan loyalitas, bukan sekadar pergaulan. Penutup ayat, bahwa Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim, mengaitkan pilihan keberpihakan ini dengan konsekuensi yang lebih dalam daripada sekadar sosial.

Renungan dan Hikmah

  • Alasan yang diberikan ayat ini bersifat menggambarkan, bukan menuduh: 'sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain'. Yang sedang dibicarakan adalah peta kesetiaan, yaitu ke mana seseorang berpihak ketika dua pihak berhadapan. Berbuat baik, bertetangga, dan berdagang tidak menempatkan siapa pun di dalam peta itu. Mencampur keduanya membuat sebuah ayat tentang keberpihakan terbaca sebagai larangan bersikap manusiawi.
  • Peringatannya berat justru karena bentuknya bukan ancaman hukuman: 'siapa di antara kalian yang menjadikan mereka pelindung, maka sesungguhnya ia termasuk mereka'. Allah menggambarkan kesetiaan bukan sebagai kesepakatan yang bisa dilepas kapan saja, melainkan sebagai sesuatu yang perlahan mengubah menjadi apa seseorang. Kepada siapa kau berpihak pada akhirnya menjelaskan siapa dirimu, dan itu berlaku jauh melampaui ayat ini.
  • Penutupnya patut dibaca pelan: Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Bukan kaum yang kufur, bukan kaum yang berbeda agamanya. Kata yang dipilih menamai kezaliman, dan kezaliman adalah perbuatan, bukan identitas orang lain. Ayat yang paling sering dipakai untuk memisahkan manusia menurut golongan justru ditutup dengan ukuran yang diterapkan Allah ke dalam, kepada perbuatan orang yang membacanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, a-kh-dz, n-s-r, w-l-y, b-'-d, a-l-h, h-d-y, q-w-m, zh-l-m): awliyaa' diterjemahkan 'wali (pelindung-yang-diikuti)', akar w-l-y (putaran WLY); yatawalla diterjemahkan 'menjadikan wali'. terjemahan lain 'teman setia'; terjemahan ini 'wali' (makna akar: kedekatan+kepemimpinan). gloss '(-mu)' dibuang.