فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ

Maka engkau melihat orang-orang yang dalam hati mereka ada penyakit bersegera mendekati mereka, mereka berkata, “Kami takut ditimpa giliran bencana.” Maka boleh jadi Allah mendatangkan kemenangan atau suatu perkara dari sisi-Nya, sehingga mereka menyesali apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌfa-taraa lladziina fii quluubihim maradhun yusaari'uuna fiihim yaquuluuna nakhsyaa an tushiibanaa daa'iratunmaka engkau melihat orang-orang yang dalam hati mereka ada penyakit bersegera mendekati mereka, mereka berkata, kami takut ditimpa giliran bencana
  2. فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَfa-'asaa llaahu an ya'tiya bi-l-fathi aw amrin min 'indihi fa-yushbihuu 'alaa maa asarruu fii anfusihim naadimiinamaka boleh jadi Allah mendatangkan kemenangan atau suatu perkara dari sisi-Nya, sehingga mereka menyesali apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka

Terjemahan per kata (28 kata)

  1. فَتَرَىfa-taraamaka engkau melihat
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. فِيfiidi
  4. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  5. مَرَضٌmaradhunpenyakit
  6. يُسَارِعُونَyusaari'uunamereka bersegera
  7. فِيهِمْfiihimpada mereka
  8. يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
  9. نَخْشَىٰnakhsyaakami takut
  10. أَنْanbahwa
  11. تُصِيبَنَاtushiibanaamenimpa kami
  12. دَائِرَةٌdaa'iratunbencana
  13. فَعَسَىfa-'asaamaka boleh jadi
  14. اللَّهُllaahuAllah
  15. أَنْanbahwa
  16. يَأْتِيَya'tiyamendatangkan
  17. بِالْفَتْحِbi-l-fathidengan kemenangan
  18. أَوْawatau
  19. أَمْرٍamrinurusan
  20. مِنْmindari
  21. عِنْدِهِ'indihidi sisinya
  22. فَيُصْبِحُواfa-yushbihuumaka jadilah mereka
  23. عَلَىٰ'alaaatas
  24. مَاmaaapa yang
  25. أَسَرُّواasarruumereka merahasiakan
  26. فِيfiidalam
  27. أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
  28. نَادِمِينَnaadimiinaorang-orang yang menyesal

Inti bacaan

Alasan 'kami takut ditimpa giliran bencana' yang diucapkan orang-orang berpenyakit hati mengungkap bahwa kompromi prinsip sering dibungkus sebagai kehati-hatian atau pragmatisme, bukan pengkhianatan terang-terangan. Konkretnya: waspadai diri sendiri ketika mulai merasionalisasi kompromi prinsip dengan alasan 'demi keamanan', rasa takut yang tidak proporsional terhadap risiko sering menjadi kedok bagi kelemahan komitmen yang sebenarnya, dan penyesalan biasanya datang setelah keadaan justru membuktikan ketakutan itu berlebihan.

Penjelasan pilihan kata

"Giliran bencana" (دَائِرَةٌ, daa'iratun) berasal dari akar kata yang bermakna dasar "perputaran" atau "lingkaran", menggambarkan ketakutan akan pembalikan keadaan, bukan sekadar bahaya yang datang begitu saja. "Bersegera mendekati mereka" (يُسَارِعُونَ فِيهِمْ, yusaari'uuna fiihim) merujuk kepada Yahudi dan Nasrani yang baru disebut di ayat sebelumnya, menggambarkan orang-orang yang justru bergegas mendekat kepada pihak yang baru saja dilarang dijadikan pelindung.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan reaksi sebagian orang yang justru semakin dekat dengan pihak yang baru dilarang dijadikan pelindung, didorong oleh rasa takut akan perubahan keadaan yang merugikan mereka. Ironinya ditegaskan di akhir ayat: alih-alih perubahan yang mereka takutkan, Allah bisa saja mendatangkan kemenangan, yang justru akan membuat mereka menyesali sikap yang mereka sembunyikan.

Renungan dan Hikmah

  • Alasan yang mereka ucapkan terdengar masuk akal: 'kami takut ditimpa giliran bencana'. Mereka sedang berjaga-jaga andai keadaan berbalik. Tetapi ayat ini menyebut sikap itu sebagai tanda penyakit di dalam hati, bukan kecerdikan. Perbedaannya tipis dan hanya terlihat dari satu hal: pada siapa sebenarnya seseorang bersandar ketika ia menghitung segala kemungkinan.
  • Kata yang mereka pakai berasal dari akar yang berarti perputaran. Mereka membayangkan keadaan sebagai roda yang berputar, lalu mengambil posisi untuk saat ia berbalik. Yang luput dari gambaran itu: roda tidak menuju ke mana pun. Allah justru menjanjikan sesuatu yang bergerak maju, yaitu kemenangan atau suatu perkara dari sisi-Nya, dan itu tak pernah masuk dalam perhitungan mereka.
  • Penutupnya menunjuk tempat yang tidak diduga: mereka akan menyesali 'apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka'. Bukan perbuatan yang terlihat, melainkan perhitungan yang disimpan. Di hadapan Allah, yang paling memalukan kelak bukan yang sudah diketahui orang, melainkan yang selama ini berhasil kau simpan sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, q-l-b, m-r-d, s-r-', q-w-l, kh-sh-y, s-w-b, d-w-r, '-s-y, a-l-h, a-t-y, f-t-h, a-m-r, '-n-d, s-b-h, s-r-r, n-f-s, n-d-m): quluub diterjemahkan 'hati' (akar q-l-b, dijaga harfiah, putaran QLB belum diputus); daa'irah diterjemahkan 'giliran bencana'; al-fath diterjemahkan 'kemenangan' (akar f-t-h). gloss '(Yahudi dan Nasrani)/(kepada Rasul-Nya)' dibuang.