وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

Dan siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai pelindung, maka sesungguhnya golongan Allah, merekalah yang menang.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَwa-man yatawalla llaaha wa-rasuulahu wa-lladziina aamanuu fa-inna hizba llaahi humu l-ghaalibuunadan siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai pelindung, maka sesungguhnya golongan Allah, merekalah yang menang
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar w-l-y, a-l-h, r-s-l, a-m-n, h-z-b, gh-l-b): yatawalla diterjemahkan 'menjadikan wali' (akar w-l-y putaran WLY; terjemahan lain 'penolong'); hizb allaah diterjemahkan 'golongan Allah'; ghaalibuun diterjemahkan 'yang menang'.

Aplikasi

Kemenangan dikaitkan dengan keanggotaan dalam 'golongan Allah', sebuah afiliasi yang didefinisikan oleh kesetiaan pada Allah, Rasul, dan komunitas beriman, bukan oleh kekuatan jumlah atau sumber daya material. Konkretnya: dalam menilai keberhasilan jangka panjang suatu perjuangan atau komunitas, ukuran utamanya bukan seberapa besar sumber daya yang dimiliki, melainkan seberapa jelas arah kesetiaan dan prinsip yang dipegang bersama, soliditas nilai bersama sering menjadi faktor penentu yang lebih tahan lama daripada kekuatan material semata.