وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

Dan siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai pelindung, maka sesungguhnya golongan Allah, merekalah yang menang.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَwa-man yatawalla llaaha wa-rasuulahu wa-lladziina aamanuu fa-inna hizba llaahi humu l-ghaalibuunadan siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai pelindung, maka sesungguhnya golongan Allah, merekalah yang menang

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. يَتَوَلَّyatawallaberpaling
  3. اللَّهَllaahaAllah
  4. وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
  5. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  6. آمَنُواaamanuuberiman
  7. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  8. حِزْبَhizbagolongan
  9. اللَّهِllaahiAllah
  10. هُمُhumumerekalah
  11. الْغَالِبُونَl-ghaalibuunaorang-orang yang menang

Inti bacaan

Kemenangan dikaitkan dengan keanggotaan dalam 'golongan Allah', sebuah afiliasi yang didefinisikan oleh kesetiaan pada Allah, Rasul, dan komunitas beriman, bukan oleh kekuatan jumlah atau sumber daya material. Konkretnya: dalam menilai keberhasilan jangka panjang suatu perjuangan atau komunitas, ukuran utamanya bukan seberapa besar sumber daya yang dimiliki, melainkan seberapa jelas arah kesetiaan dan prinsip yang dipegang bersama, soliditas nilai bersama sering menjadi faktor penentu yang lebih tahan lama daripada kekuatan material semata.

Penjelasan pilihan kata

"Menjadikan...sebagai pelindung" (يَتَوَلَّ, yatawalla) melanjutkan pasangan 5:55 dalam bentuk kata kerja dari akar yang sama, muncul untuk ketiga kalinya berturut dalam rangkaian pendek ini. "Golongan Allah" (حِزْبَ اللَّهِ, hizba llaahi) menjadi sebutan bagi mereka yang memilih keberpihakan ini.

Tafsiran

Ayat ini menyambung janji bagi siapa yang memilih keberpihakan yang benar: kemenangan, bukan sebagai hadiah sembarangan, melainkan konsekuensi alami dari bergabung dengan "golongan Allah". Pengulangan akar kata "pelindung" untuk ketiga kalinya dalam rangkaian singkat ini menegaskan bahwa pilihan keberpihakan adalah tema sentral bagian ini, bukan sekadar disebut sekali lalu ditinggalkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah tidak berfirman bahwa golongan-Nya akan menang suatu hari nanti, melainkan bahwa 'merekalah yang menang'. Itu sebutan, bukan janji bertanggal. Keadaan hari ini karena itu tidak membatalkan apa pun, sebab yang dinyatakan bukan hasil satu pertandingan melainkan kedudukan yang sudah ditetapkan.
  • Ketiganya disebut berurutan: Allah, Rasul-Nya, lalu orang-orang beriman. Kesetiaan kepada sesama manusia ada di daftar itu, tetapi di tempat terakhir dan hanya sesudah dua yang pertama. Urutan itu yang menahan cinta kepada golongan sendiri berubah menjadi sesembahan tersendiri, dan itulah bentuk kesetiaan yang paling mudah keliru dikira iman.
  • Kata yang dipakai berarti kubu atau kelompok, kata yang biasanya berbau keberpihakan sempit. Di sini ia dilekatkan bukan kepada seorang tokoh atau sebuah perjuangan, melainkan kepada Allah. Selama nama yang dilekatkan itu tetap nama-Nya, kelompok tak punya kepentingan sendiri untuk dibela; begitu berganti nama lain, ia kembali jadi kubu biasa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-l-y, a-l-h, r-s-l, a-m-n, h-z-b, gh-l-b): yatawalla diterjemahkan 'menjadikan wali' (akar w-l-y putaran WLY; terjemahan lain 'penolong'); hizb allaah diterjemahkan 'golongan Allah'; ghaalibuun diterjemahkan 'yang menang'.