وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ
Apabila kalian menyeru kepada salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengerti.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًاwa-idzaa naadaytum ilaa sh-shalaati ttakhadzuuhaa huzuwan wa-la'ibanapabila kalian menyeru kepada salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan
- ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَdzaalika bi-annahum qawmun laa ya'qiluunayang demikian itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengerti
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- نَادَيْتُمْnaadaytumkalian menyeru
- إِلَىilaakepada
- الصَّلَاةِsh-shalaatisalat
- اتَّخَذُوهَاttakhadzuuhaamereka menjadikannya
- هُزُوًاhuzuwanejekan
- وَلَعِبًاwa-la'ibandan permainan
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
- قَوْمٌqawmunkaum
- لَاlaatidak
- يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti
Inti bacaan
Diagnosis atas ejekan terhadap panggilan salat bukan kebencian personal, melainkan 'karena mereka orang-orang yang tidak mengerti', kegagalan memahami makna, bukan permusuhan yang harus dibalas dengan cara sama. Konkretnya: ketika komitmen atau ibadah seseorang diejek oleh orang lain, kerangka yang tepat untuk memahaminya adalah kegagalan pemahaman pihak yang mengejek, bukan kelemahan pada yang diejek, ini membantu merespons dengan ketenangan alih-alih terprovokasi membalas ejekan dengan permusuhan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini merinci lebih jauh bentuk ejekan yang disebut di ayat sebelumnya: bukan ejekan secara umum, melainkan secara spesifik ejekan terhadap seruan salat. "Bahan ejekan dan permainan" (هُزُوًا وَلَعِبًا, huzuwan wa-la'iban) diulang persis dari 5:57, menghubungkan kedua ayat sebagai satu gambaran yang sama.
Tafsiran
Ayat ini mempersempit gambaran umum di ayat sebelumnya menjadi contoh paling konkret: ejekan terhadap seruan salat itu sendiri. Penjelasan penutup, bahwa ejekan ini berakar dari ketidakmengertian, bukan kejahatan yang disengaja secara sadar, memberi nuansa pada penilaian terhadap mereka yang mengejek, bukan sekadar mengutuk, melainkan mendiagnosis akar masalahnya.
Renungan dan Hikmah
- Yang dijadikan bahan ejekan bukan salatnya, melainkan seruan kepadanya. Itu bagian yang terdengar keluar, yang menyentuh orang yang tidak sedang salat. Ejekan biasanya bukan diarahkan kepada perbuatan orang lain, melainkan kepada bagian dari perbuatan itu yang terasa menuntut sesuatu dari yang mendengar.
- Frasa 'bahan ejekan dan permainan' diulang persis dari ayat sebelumnya, tetapi kini diberi satu contoh yang bisa ditunjuk. Allah tidak berhenti pada gambaran umum. Pernyataan yang tetap umum mudah disetujui semua orang tanpa seorang pun merasa disebut; satu contoh yang jelas menghentikan kenyamanan itu.
- Sebab yang diberikan Allah untuk ejekan itu 'mereka kaum yang tidak mengerti', bukan kaum yang membenci. Sebuah sebab yang menuntut tanggapan berbeda. Terhadap kebencian orang bersiaga; terhadap ketidakmengertian, kesiagaan itu justru salah alat dan biasanya memperbesar jaraknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”. Dalam ayat ini, 'salaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar'). ⟶: gloss '(melaksanakan)' dibuang. Arab naadaytum ilaa s-salaah = 'menyeru kepada salat' (ilaa=kepada; ini seruan/azan); salaah nomina, tak perlu verba-tindakan tambahan.