يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu; dan jika engkau tidak melakukannya, maka engkau tidak menyampaikan risalah-Nya; dan Allah menjagamu dari manusia; sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَyaa ayyuhaa r-rasuulu balligh maa unzila ilayka min rabbikawahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu
  2. وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُwa-in lam taf'al fa-maa ballaghta risaalatahudan jika engkau tidak melakukannya, maka engkau tidak menyampaikan risalah-Nya
  3. وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِwa-llaahu ya'shimuka mina n-naasidan Allah menjagamu dari manusia
  4. إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَinna llaaha laa yahdii l-qawma l-kaafiriinasesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الرَّسُولُr-rasuuluRasul
  4. بَلِّغْballighsampaikanlah
  5. مَاmaaapa yang
  6. أُنْزِلَunziladiturunkan
  7. إِلَيْكَilaykakepadamu
  8. مِنْmindari
  9. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  10. وَإِنْwa-indan jika
  11. لَمْlamtidak
  12. تَفْعَلْtaf'alengkau lakukan
  13. فَمَاfa-maamaka tidaklah
  14. بَلَّغْتَballaghtaengkau menyampaikan
  15. رِسَالَتَهُrisaalatahurisalah-Nya
  16. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  17. يَعْصِمُكَya'shimukamelindungimu
  18. مِنَminadari
  19. النَّاسِn-naasimanusia
  20. إِنَّinnasesungguhnya
  21. اللَّهَllaahaAllah
  22. لَاlaatidak
  23. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  24. الْقَوْمَl-qawmakaum
  25. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur

Inti bacaan

Perintah tegas bahwa gagal menyampaikan sebagian pesan sama saja dengan tidak menyampaikan risalah sama sekali menolak kompromi parsial, menyampaikan kebenaran secara selektif demi menyenangkan pendengar dianggap kegagalan total, bukan keberhasilan sebagian. Konkretnya: dalam menyampaikan kebenaran yang penting, menahan sebagian karena takut reaksi orang lain sama saja dengan tidak menyampaikannya sama sekali, jaminan perlindungan yang menyertai perintah ini mengajarkan bahwa keberanian menyampaikan kebenaran utuh tidak perlu ditukar dengan rasa aman palsu dari diam.

Penjelasan pilihan kata

"Allah menjagamu" (وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ, wallaahu ya'shimuka) memakai akar kata yang berarti melindungi atau memelihara dari bahaya. Struktur ayat ini tegas: penyampaian wahyu digambarkan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan, "jika engkau tidak melakukannya, maka engkau tidak menyampaikan risalah-Nya" (وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ, wa-in lam taf'al fa-maa ballaghta risaalatahu), tidak mengenal penyampaian sebagian.

Tafsiran

Ayat ini menempatkan tanggung jawab penyampaian wahyu pada standar tertinggi: tidak ada ruang bagi penyampaian yang terpilah-pilah, karena menahan sebagian sama dengan tidak menyampaikan sama sekali. Jaminan perlindungan yang menyertainya menghilangkan alasan untuk menahan diri karena takut kepada manusia, sebuah pesan yang bergema langsung ke penutup ayat sebelumnya di 5:64 tentang wahyu yang terus disampaikan meski menghadapi penolakan.

Renungan dan Hikmah

  • Hitungan yang Allah pakai di sini tidak mengenal nilai sebagian: 'jika engkau tidak melakukannya, maka engkau tidak menyampaikan risalah-Nya'. Menahan satu bagian tidak menghasilkan penyampaian yang berkurang, melainkan penyampaian yang batal. Amanah memang bekerja begitu, berbeda dari pekerjaan biasa yang bisa dinilai per bagian, dan itulah yang membuatnya berat.
  • Tepat sesudah tuntutan yang tak memberi kelonggaran itu, Allah menempatkan jaminannya: 'dan Allah menjagamu dari manusia'. Keduanya berada di satu ayat, bukan berjauhan. Alasan yang paling masuk akal untuk menahan sebagian pesan adalah rasa takut kepada orang, dan alasan itu dicabut namanya di kalimat yang sama, sebelum sempat dipakai.
  • Ayat ini tidak menuduh siapa pun menyembunyikan apa pun. Ia hanya menutup satu pintu, dan pintu itu selalu dipakai untuk hal yang sama: bagian yang paling sulit diucapkan. Tak seorang pun menahan bagian yang mudah. Kalau ada satu hal benar yang kautahan dari seseorang selama ini, kemungkinan besar kau sudah tahu bagian mana yang dimaksud.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-s-l, b-l-gh, n-z-l, r-b-b, f-'-l, a-l-h, '-s-m, n-w-s, h-d-y, q-w-m, k-f-r): balligh diterjemahkan 'sampaikanlah' (akar b-l-gh putaran BLG); ya'simuka diterjemahkan 'menjagamu' (akar '-s-m); kaafiriin diterjemahkan 'kafir'. gloss '(apa yang diperintahkan itu)/(gangguan)' dibuang.