قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Katakanlah, “Wahai Ahlulkitab, kalian tidak berpijak pada apa pun hingga kalian menegakkan Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian.” Dan sungguh apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kesewenangan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka. Maka janganlah engkau bersedih atas kaum yang kafir.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْqul yaa ahla l-kitaabi lastum 'alaa syay'in hattaa tuqiimuu t-tawraata wa-l-injiila wa-maa unzila ilaykum min rabbikumkatakanlah, wahai Ahlulkitab, kalian tidak berpijak pada apa pun hingga kalian menegakkan Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian
- وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًاwa-la-yaziidanna katsiiran minhum maa unzila ilayka min rabbika thughyaanan wa-kufrandan sungguh apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kesewenangan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka
- فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَfa-laa ta'sa 'alaa l-qawmi l-kaafiriinamaka janganlah engkau bersedih atas kaum yang kafir
Terjemahan per kata (31 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- يَاyaawahai
- أَهْلَahlaahli
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- لَسْتُمْlastumkalian bukanlah
- عَلَىٰ'alaaatas
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- حَتَّىٰhattaasampai
- تُقِيمُواtuqiimuukalian menegakkan
- التَّوْرَاةَt-tawraataTaurat
- وَالْإِنْجِيلَwa-l-injiiladan Injil
- وَمَاwa-maadan apa yang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
- مِنْmindari
- رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
- وَلَيَزِيدَنَّwa-la-yaziidannadan sungguh akan menambah
- كَثِيرًاkatsiiranbanyak
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- مَاmaaapa yang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- طُغْيَانًاthughyaanankesewenangan
- وَكُفْرًاwa-kufrandan kekufuran
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَأْسَta'saengkau bersedih
- عَلَى'alaaatas
- الْقَوْمِl-qawmikaum
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
Inti bacaan
Pernyataan tegas 'kalian tidak berpijak pada apa pun' menyoroti bahwa memiliki kitab suci tanpa benar-benar menegakkannya sama dengan tidak memiliki pijakan sama sekali, kepemilikan teks tanpa praktik adalah ilusi fondasi. Konkretnya: menyimpan prinsip atau ajaran baik hanya sebagai pengetahuan tanpa benar-benar dijalankan dalam hidup sehari-hari memberi rasa aman yang palsu, pijakan sejati datang dari praktik konsisten, bukan dari sekadar mengetahui atau memiliki aksesnya.
Penjelasan pilihan kata
"Kalian tidak berpijak pada apa pun" (لَسْتُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ, lastum 'alaa syay'in) adalah pernyataan yang sangat luas, mencakup segala sesuatu, bukan dibatasi pada satu perkara tertentu. Frasa "akan menambah kesewenangan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka" (طُغْيَانًا وَكُفْرًا, thughyaanan wa-kufran) sama persis, kata demi kata, dengan yang sudah muncul di 5:64.
Tafsiran
Ayat ini menyampaikan syarat yang sama tegasnya kepada Ahlulkitab seperti perintah tegas kepada Rasul di ayat sebelumnya: sebagaimana Rasul harus menyampaikan wahyu secara utuh, Ahlulkitab pun harus menegakkan kitab suci mereka secara utuh, tidak cukup sebagian. Pengulangan persis kalimat dari 5:64 tentang bertambahnya kesewenangan menegaskan bahwa pola penolakan itu bukan kejadian sekali saja, melainkan kecenderungan yang terus berulang setiap kali wahyu baru datang.
Renungan dan Hikmah
- Satu ayat sebelumnya Rasul diberi tahu bahwa menahan sebagian sama dengan tidak menyampaikan sama sekali. Di sini Ahlulkitab diberi tahu bahwa memegang kitab tanpa menegakkannya berarti 'tidak berpijak pada apa pun'. Allah memakai hitungan yang sama untuk kedua pihak, dan hitungan itu tidak mengenal nilai sebagian di mana pun ia diterapkan.
- Frasa tentang bertambahnya kesewenangan muncul kata demi kata sama dengan 5:64. Pengulangan persis itu mengubah statusnya: yang disebut sekali bisa dibaca sebagai kejadian, yang disebut dua kali dengan kalimat yang sama dibaca sebagai kecenderungan. Wahyu yang datang tidak selalu melunakkan; pada sebagian orang ia justru mengeraskan, dan Allah menyebutnya dua kali supaya tak dianggap kebetulan.
- Sesudah pernyataan sekeras itu, ayatnya ditutup dengan 'janganlah engkau bersedih'. Untuk kedua kalinya dalam rangkaian ini, yang diurus terakhir bukan pihak yang menolak, melainkan hati orang yang membawa pesan. Menyampaikan kebenaran memang melelahkan dengan cara yang jarang diakui, dan Yang mengutus tidak berpura-pura tak tahu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-h-l, k-t-b, l-y-s, sh-y-a, q-w-m, n-z-l, r-b-b, z-y-d, k-ts-r, t-gh-y, k-f-r, a-s-w): tuqiimuu diterjemahkan 'menegakkan' (akar q-w-m); tughyaanan diterjemahkan 'kesewenangan (melampaui batas)', akar t-gh-y (putaran 124); kufran diterjemahkan 'kekufuran'. gloss '(Nabi Muhammad)/(agama yang benar)/(ajaran-ajaran)/(Al-Qur'an)' dibuang.