لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا ۖ كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ

Sungguh Kami telah mengambil perjanjian Bani Israil dan Kami mengutus rasul-rasul kepada mereka; setiap kali seorang rasul datang kepada mereka dengan apa yang tidak disukai hawa nafsu mereka, sebagian mereka dustakan dan sebagian mereka bunuh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًاla-qad akhadznaa miitsaaqa banii israa'iila wa-arsalnaa ilayhim rusulansungguh Kami telah mengambil perjanjian Bani Israil dan Kami mengutus rasul-rasul kepada mereka
  2. كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَkullamaa jaa'ahum rasuulun bimaa laa tahwaa anfusuhum fariiqan kadzdzabuu wa-fariiqan yaqtuluunasetiap kali seorang rasul datang kepada mereka dengan apa yang tidak disukai hawa nafsu mereka, sebagian mereka dustakan dan sebagian mereka bunuh
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-kh-dz, w-ts-q, b-n-y, r-s-l, k-l-l, j-y-a, h-w-y, n-f-s, f-r-q, k-dz-b, q-t-l): laa tahwaa anfusuhum diterjemahkan 'tidak disukai hawa nafsu mereka' (akar h-w-y); fariiqan…fariiqan diterjemahkan 'sebagian…sebagian' (akar f-r-q), rujukannya para rasul. gloss '(dari rasul itu)/(yang lain)' dibuang.

Aplikasi

Pola berulang 'setiap kali seorang rasul datang dengan apa yang tidak disukai hawa nafsu mereka' menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebenaran sering kali bukan soal bukti yang kurang meyakinkan, melainkan soal pesan itu bertentangan dengan keinginan yang sudah dipegang. Konkretnya: ketika menolak suatu nasihat atau koreksi, periksa jujur apakah penolakan itu berdasar argumen yang valid atau semata karena pesan itu tidak nyaman, pola penolakan berulang terhadap kebenaran yang tidak menyenangkan adalah tanda bahaya yang harus dikenali pada diri sendiri, bukan hanya pada orang lain.