لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا ۖ كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ

Sungguh Kami telah mengambil perjanjian Bani Israil dan Kami mengutus rasul-rasul kepada mereka; setiap kali seorang rasul datang kepada mereka dengan apa yang tidak disukai hawa nafsu mereka, sebagian mereka dustakan dan sebagian mereka bunuh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًاla-qad akhadznaa miitsaaqa banii israa'iila wa-arsalnaa ilayhim rusulansungguh Kami telah mengambil perjanjian Bani Israil dan Kami mengutus rasul-rasul kepada mereka
  2. كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَkullamaa jaa'ahum rasuulun bi-maa laa tahwaa anfusuhum fariiqan kadzdzabuu wa-fariiqan yaqtuluunasetiap kali seorang rasul datang kepada mereka dengan apa yang tidak disukai hawa nafsu mereka, sebagian mereka dustakan dan sebagian mereka bunuh

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. لَقَدْla-qadsungguh
  2. أَخَذْنَاakhadznaaKami mengambil
  3. مِيثَاقَmiitsaaqaperjanjian
  4. بَنِيbaniiBani
  5. إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
  6. وَأَرْسَلْنَاwa-arsalnaadan Kami mengutus
  7. إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
  8. رُسُلًاrusulanpara rasul
  9. كُلَّمَاkullamaasetiap kali
  10. جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
  11. رَسُولٌrasuulunseorang rasul
  12. بِمَاbi-maakarena apa yang
  13. لَاlaatidak
  14. تَهْوَىٰtahwaamenginginkan
  15. أَنْفُسُهُمْanfusuhumdiri mereka
  16. فَرِيقًاfariiqansegolongan
  17. كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
  18. وَفَرِيقًاwa-fariiqandan segolongan
  19. يَقْتُلُونَyaqtuluunamereka membunuh

Inti bacaan

Pola berulang 'setiap kali seorang rasul datang dengan apa yang tidak disukai hawa nafsu mereka' menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebenaran sering kali bukan soal bukti yang kurang meyakinkan, melainkan soal pesan itu bertentangan dengan keinginan yang sudah dipegang. Konkretnya: ketika menolak suatu nasihat atau koreksi, periksa jujur apakah penolakan itu berdasar argumen yang valid atau semata karena pesan itu tidak nyaman, pola penolakan berulang terhadap kebenaran yang tidak menyenangkan adalah tanda bahaya yang harus dikenali pada diri sendiri, bukan hanya pada orang lain.

Penjelasan pilihan kata

"Mereka dustakan" (كَذَّبُوا, kadzdzabuu) berbentuk kata kerja yang menandai perbuatan selesai, sementara "mereka bunuh" (يَقْتُلُونَ, yaqtuluuna) berbentuk kata kerja yang menandai perbuatan sedang atau terus berlangsung, meski keduanya disebut dalam satu kalimat yang sama untuk dua kelompok yang sejajar.

Tafsiran

Ayat ini merangkum pola panjang penolakan yang berulang sepanjang sejarah Bani Israil terhadap para rasul yang diutus kepada mereka. Perbedaan bentuk kata kerja antara "mendustakan" yang selesai dan "membunuh" yang terus berlangsung memberi kesan bahwa penolakan berupa kata-kata sudah menjadi catatan masa lalu yang berulang, sementara kekerasan yang lebih ekstrem digambarkan dengan nuansa yang lebih hidup dan berkelanjutan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini tidak dibuka dengan kesalahan mereka, melainkan dengan 'Kami telah mengambil perjanjian'. Hubungannya disebut lebih dulu, baru pengkhianatannya. Allah menempatkan kisah ini sebagai janji yang dilanggar, bukan sebagai keburukan yang memang sudah ada sejak awal. Perbedaan itu menentukan: yang satu masih memuat kemungkinan kembali, yang lain tidak.
  • Dua perbuatan disebut berdampingan dengan bentuk kata kerja yang berbeda: mendustakan sebagai yang sudah selesai, membunuh sebagai yang masih berlangsung. Tata bahasanya sendiri sudah berbicara. Penolakan lewat kata-kata berhenti menjadi catatan; kekerasan tidak pernah benar-benar ditutup dan terus menemukan bentuk barunya.
  • Yang menentukan sambutan mereka bukan benar atau tidaknya pesan, melainkan 'apa yang tidak disukai hawa nafsu mereka'. Alat ukurnya selera. Ketika utusan Allah diperiksa dengan alat semacam itu, hasilnya sudah bisa diramalkan sebelum ia membuka mulut, dan yang gagal dalam ujian itu sebenarnya bukan utusannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, w-ts-q, b-n-y, r-s-l, k-l-l, j-y-a, h-w-y, n-f-s, f-r-q, k-dz-b, q-t-l): laa tahwaa anfusuhum diterjemahkan 'tidak disukai hawa nafsu mereka' (akar h-w-y); fariiqanfariiqan diterjemahkan 'sebagian…sebagian' (akar f-r-q), rujukannya para rasul. gloss '(dari rasul itu)/(yang lain)' dibuang.