قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Katakanlah, “Mengapa kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepada kalian mudarat dan tidak pula manfaat?” Dan Allah, Dialah yang mendengar lagi mengetahui.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًاqul a-ta'buduuna min duuni llaahi maa laa yamliku lakum darran wa-laa naf'ankatakanlah, mengapa kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepada kalian mudarat dan tidak pula manfaat
- وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُwallaahu huwa s-samii'u l-aliimudan Allah, Dialah yang mendengar lagi mengetahui
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'Sang Berilmu' (takrif corpus); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..
Aplikasi
Pertanyaan ini menantang secara langsung logika penyembahan objek yang secara nyata tidak berdaya mendatangkan manfaat atau mudarat, sebuah uji rasionalitas sederhana terhadap apa yang sebenarnya disembah. Konkretnya: terapkan pertanyaan yang sama pada 'sesembahan' modern seperti uang, status, atau validasi sosial, tanyakan jujur apakah hal itu benar-benar berdaya memberi manfaat/mudarat yang diyakini, atau sekadar diberi kekuatan berlebihan oleh pikiran sendiri yang terlalu bergantung padanya.