قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Katakanlah, “Mengapa kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepada kalian mudarat dan tidak pula manfaat?” Dan Allah, Dialah yang mendengar lagi mengetahui.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًاqul a-ta'buduuna min duuni llaahi maa laa yamliku lakum dharran wa-laa naf'ankatakanlah, mengapa kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepada kalian mudarat dan tidak pula manfaat
- وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُwa-llaahu huwa s-samii'u l-'aliimudan Allah, Dialah yang mendengar lagi mengetahui
Terjemahan per kata (16 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- أَتَعْبُدُونَa-ta'buduunaapakah kalian mengabdi
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- مَاmaaapa yang
- لَاlaatidak
- يَمْلِكُyamlikumemiliki
- لَكُمْlakumkepada kalian
- ضَرًّاdharranmudarat
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- نَفْعًاnaf'anmanfaat
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- هُوَhuwaDia
- السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
- الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu
Inti bacaan
Pertanyaan ini menantang secara langsung logika penyembahan objek yang secara nyata tidak berdaya mendatangkan manfaat atau mudarat, sebuah uji rasionalitas sederhana terhadap apa yang sebenarnya disembah. Konkretnya: terapkan pertanyaan yang sama pada 'sesembahan' modern seperti uang, status, atau validasi sosial, tanyakan jujur apakah hal itu benar-benar berdaya memberi manfaat/mudarat yang diyakini, atau sekadar diberi kekuatan berlebihan oleh pikiran sendiri yang terlalu bergantung padanya.
Penjelasan pilihan kata
"Mengapa kalian menyembah" (أَتَعْبُدُونَ, a-ta'buduuna) memakai bentuk pertanyaan yang menyiratkan keheranan, bukan sekadar permintaan informasi. "Tidak dapat mendatangkan mudarat dan tidak pula manfaat" (لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا, laa yamliku lakum dharran wa-laa naf'an) menjadi ukuran yang dipakai untuk menguji layak tidaknya sesuatu disembah.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan logika dari ayat sebelumnya dengan pertanyaan yang lebih luas: bukan lagi terbatas pada klaim ketuhanan Almasih, melainkan pertanyaan mendasar tentang penyembahan kepada apa pun yang tidak memiliki kuasa mendatangkan mudarat maupun manfaat. Standar yang dipakai sederhana dan bisa diuji siapa pun: sesuatu yang layak disembah semestinya memiliki kuasa nyata atas kehidupan penyembahnya.
Renungan dan Hikmah
- Ukuran yang dipakai menyebut dua arah: tidak mendatangkan mudarat, dan tidak pula manfaat. Kebanyakan orang melayani sesuatu bukan karena berharap kebaikannya, melainkan karena takut apa yang akan terjadi kalau ditinggalkan. Ayat ini menutup kedua sisi itu sekaligus, dan yang tersisa dari sesembahan semacam itu tinggal kebiasaan.
- Sesudah menggambarkan sesuatu yang tak bisa berbuat apa-apa, ayat ini ditutup: 'Allah, Dialah yang mendengar lagi mengetahui'. Dua nama itu diletakkan persis berhadapan dengan benda yang tuli dan tak tahu apa-apa. Perbandingannya tidak diucapkan, cukup diletakkan bersebelahan, dan pembacanya yang menutup sendiri kalimatnya.
- Yang diberikan Allah di sini bukan pernyataan yang harus diterima, melainkan ukuran yang bisa dijalankan sendiri oleh siapa pun. Tak perlu keahlian untuk memeriksanya. Ajakan yang menyertakan alat ujinya berdiri di tempat yang berbeda dari ajakan yang meminta kepercayaan lebih dulu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').